• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Matraman

Upaya Fatayat NU Trenggalek Cegah Perkawinan Anak

Upaya Fatayat NU Trenggalek Cegah Perkawinan Anak
Workshop Pencegahan Perkawinan Anak PC Fatayat NU Trenggalek. (Foto: NOJ/ Marisa)
Workshop Pencegahan Perkawinan Anak PC Fatayat NU Trenggalek. (Foto: NOJ/ Marisa)

Trenggalek, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Trenggalek menggelar Workshop Pencegahan Perkawinan Anak, Ahad (02/10/22). Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek tersebut dilakukan karena maraknya perkawinan anak yang meningkat di wilayah setempat.


Kegiatan yang berpusat di lantai tiga Gedung Nahdlatul Ulama Trenggalek ini diikuti oleh puluhan kader konselor Fatayat NU. Mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) juga konselor Pos Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren) se-Kabupaten Trenggalek yang telah melakukan kerja sama dengan PC Fatayat NU Trenggalek.


Ketua PC Fatayat NU Trenggalek, Nadhirotul Ulfa menyampaikan, kian naiknya kasus perkawinan anak membuat prihatin PC Fatayat NU Kabupaten Trenggalek, khususnya Bidang Lembaga Konsultasi, Pemberdayaan Perempuan, Dan Perlindungan Anak (LKP3A), serta menjadi alasan utama digelarnya acara tersebut.


“Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda NU merasa terpanggil untuk melakukan pencegahan atas maraknya kasus perkawinan anak, dan perlu kiranya memberikan pengetahuan akan pentingnya pendewasaan usia nikah , dimana perempuan lebih banyak berperan,” ujar Ulfa. 


Disebutkan Ulfa, sejumlah materi pilar-pilar dalam pra nikah disampaikan dalam workshop tersebut. Di antaranya adalah batasan usia menikah, faktor penyebab perkawinan anak, serta bahaya perkawinan anak.


“Kemudian juga diberikan materi tentang inovasi mencegah perkawinan usia anak dan pemberdayaan anak perempuan dengan informasi, keterampilan, dan jaringan pendukung,” jelasnya.


Menurut Ulfa, kegiatan workshop ini dilanjutkan dengan rencana tindak lanjut pembentukan struktur organisasi di tiap-tiap tingkatan. Mulai PAC maupun Ranting, serta pada Poskestren yang mana struktur organisasi tersebut akan berfokus pada masalah perkawinan anak di lingkungan setempat.


Dirinya berharap, materi yang diperoleh tidak berhenti pada peserta workshop namun dapat disebarkan dan disosialisasikan kembali kepada pengurus yang lain pada tingkatan masing-masing.


"Juga agar kader Fatayat NU Trenggalek senantiasa bersikap kritis, mampu benar-benar hadir dan menunjukkan bahwa kami memang mempunyai kemanfaatan untuk umat, dalam hal ini mampu mencegah dan menekan nilai pernikahan anak serendah-rendahnya di lingkungan masing-masing," harapnya.


Editor:

Matraman Terbaru