• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 23 Januari 2022

Matraman

Ucik, Kader Muslimat NU Trenggalek Desainer Pakaian Gubernur Jatim

Ucik, Kader Muslimat NU Trenggalek Desainer Pakaian Gubernur Jatim
Ucik (kiri) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mampir ke Butik Aisyah. Butik tersebut merupakan milik Ucik. (Foto: NOJ/ Marisa).
Ucik (kiri) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mampir ke Butik Aisyah. Butik tersebut merupakan milik Ucik. (Foto: NOJ/ Marisa).

Trenggalek, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 memang memaksa masyarakat untuk berinovasi supaya bisa tetap survive. Termasuk dalam menjaga usahanya supaya tetap eksis saat pandemi.

 

Hal itulah yang disampaikan oleh Suciati Rahmat Purwanto kepada NU Online Jatim ketika ditemui di kediamannya, tepatnya di jalan raya Ponorogo Buluagung Karangan Kranding, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Trenggalek.

 

Wanita kelahiran Ambon, 14 Mei 1965 itu, saat ini tengah sibuk memberdayakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengan (UMKM) di wilayah Trenggalek yang mengalami penurunan penghasilan karena pandemi, utamanya para penjahit pakaian.

 

"Jadi, saya gunakan keahlian menjahit mereka dengan saya yang mendesain model bajunya, dan kemudian dijual di dua butik saya, Sakinah dan Aisyah," ungkap Ucik, sapaan akrabnya.

 

Ia menceritakan, dirinya pernah mewakili Kabupaten Trenggalek sekaligus Provinsi Jawa Timur dalam event misi dagang ke Ternate, Maluku Utara sebelum Ramadlan 2021 silam. Event ini merupakan program Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI).

 

"Waktu itu iformasi yang didapat Dinas Perdagangan Kabupaten Trenggalek sangat mepet. Karena salah satu staf Dinas Perdagangan tahu kalau saya suka desain-desain, lalu lokasi tempat tinggal saya yang tidak jauh dari kantor Dinas Perdagangan, maka ditunjuklah saya. Dan siapa sangka ini merupakan jalan saya menuju Ibu Khofifah," tambahnya.

 

Kala itu, Ucik membawa gamis sebagai produk dan hasil desainnya. Menurutnya, ketika menjelang bulan Ramadlan gamis akan sangat tren di kalangan muslimah. "Selain itu, setelah dari misi dagang ini, toh nantinya  juga akan dijual di toko sendiri," ujarnya.

 

Benar saja, hampir 90 persen gamis yang dibawa Ucik ke Ternate terjual. Ternate yang merupakan daerah mayoritas muslim dan desain yang tidak aneh-aneh menjadikan gamis produk Ucik menarik untuk kalangan ibu-ibu.

 

Bahkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang pada saat itu turut hadir dalam misi dagang ke Ternate juga tertarik dengan busana yang Ucik buat.

 

"Sesampainya di rumah, setelah melaksanakan misi dagang ke Ternate, saya langsung mendapat telepon dari sekretaris pribadi Ibu Khofifah. Katanya, 'tolong dikirimkan produknya, mungkin ada model dan motif yang lain'," ucap Ucik menirukan.

 

Ucik merasa senang mengetahui produknya diminati dan dipakai oleh salah satu tokoh perempuan inspiratif yang merupakan idolanya. "Alhamdulillah Bu Khofifah sudah berlangganan selama satu setengah tahun di toko kami tanpa ada kendala apa pun," ungkapnya.

 

Khofifah juga menyebut Ucik sebagai desainer pribadinya di laman akun instagramnya @khofifah.ip. Secara tidak langsung Ucik terbantu promosi besar-besaran karena hal itu. Notifikasi pesan masuk di akun Instagram Ucik pun membludak.

 

Referensi desain yang Ucik buat merupakan otodidak. Ia lulusan sarjana pertanian. Tidak juga mengikuti sekolah khusus untuk desain. Sedari kecil, Ucik biasa diberikan kebebasan dalam memilih pakaian. Dari kebebasan itu, ia sering kali memadukan baju yang satu dengan yang lain. Itulah hobinya. "Jadi ini hobi untuk diri sendiri," katanya. 

 

Ia juga terinspirasi dari Dian Pelangi. Seorang desainer yang dulunya anak pondok, tapi kini mampu go internasional.

 

 

Menurut Ucik, busana hasil desain yang dibuat Dian Pelangi keren. "Saya suka karena desainnya sederhana namun elegan. Saya harap, UMKM Trenggalek memiliki jangkauan pasar yang luas, bahkan mampu go internasional," tandasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru