• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Matraman

Wakil Rais NU Nganjuk Jelaskan Manfaat Gabung Thariqah

Wakil Rais NU Nganjuk Jelaskan Manfaat Gabung Thariqah
KH Kharisuddin Aqib, Wakil Rais PCNU Nganjuk sekaligus Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. (Foto: NOJ/ Haafidh Yusuf)
KH Kharisuddin Aqib, Wakil Rais PCNU Nganjuk sekaligus Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. (Foto: NOJ/ Haafidh Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim

Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk, KH Kharisuddin Aqib menuturkan, secara konseptual berthariqah berarti menjalani hidup dengan menggunakan tata aturan agama Islam secara kaffah dan istiqamah. Hal tersebut termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Jin ayat 16.

 

“Yang artinya, ‘dan sekiranya mereka itu istiqomah di dalam (thariqah) ini, pastilah Kami akan memberikan minuman kepada mereka dengan air yang berlimpah-limpah’. Jumhur mufassir memaknai kata at-thariqah tersebut dengan agama Islam,” ujarnya saat Ngaji Selapanan di Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab, Ngronggot, Nganjuk, Senin (15/11/2021) malam.

 

Disampaikan alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta ini, bahwa peralihan penerapan istilah berthariqah yaitu dari berislam menuju ke sebuah aliran kerohanian. Karena menurutnya, berthariqah merupakan aktivitas kerohanian dalam Islam.

 

Sehingga, secara praktis berthariqah berarti beragama Islam dengan konsentrasi pada pandangan dan perbaikan aspek-aspek kerohanian dalam diri seorang Muslim. “Oleh karena itu, berthariqah tentu mengamalkan metode berdzikir tertentu, dengan bimbingan mursyid tertentu pula,” ungkapnya.

 

Mursyid thariqah, lanjut Dosen Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini, adalah para Khulafaur Rasyidun (para Khalifah yang terbimbing). Mereka adalah para pemimpin yang menjadi wakil dari gurunya untuk membina umat pada masanya. 

 

Gurunya juga adalah khalifah dari gurunya, gurunya juga adalah khalifah gurunya dan seterusnya sampai kepada Khalifah Rasulullah SAW.

 

“Dengan ada yang membimbing dalam mengamalkan ajaran thariqah, seorang muslim akan mencapai pribadi yang berakhlak mulia, sebagai mana para sahabat dibimbing oleh Rasulullah SAW,” terang Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah itu.

 

Kiai Kharis menyebutkan, terdapat satu keuntungan besar yang didapatkan dengan mengamalkan ajaran thariqah dengan baik dan benar. Di antaranya ‘Wushul Ilallah’ atau pengalaman rohani, yaitu seseorang merasakan kedekatan sedemikian rupa dengan Allah SWT.  

 

 

“Orang yang sampai (washil) akan lebih bijak dalam memandang manusia, hewan, dan alam semesta melalui pengalaman spiritualnya,” pungkasnya.


Matraman Terbaru