• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Adakan Ziarah, Santri di Sidoarjo Diharap Teladani Gus Dur dan Gus Miek

Adakan Ziarah, Santri di Sidoarjo Diharap Teladani Gus Dur dan Gus Miek
Santri Pondok Pesantren Al-Hidayah Putri Tarik, Sidoarjo mengadakan ziarah ke makam wali dan ulama. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Santri Pondok Pesantren Al-Hidayah Putri Tarik, Sidoarjo mengadakan ziarah ke makam wali dan ulama. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Santri Pondok Pesantren Al-Hidayah Putri Tarik, Sidoarjo mengadakan ziarah ke makam wali dan ulama di Jawa Timur, Selasa-Rabu (31-01/05-06/2022). Di antara makan yang diziarahi adalah Syaikh Jumadil Kubro di Mojokerto, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jombang, dan KH Hamim Thohari Djazuli atau Gus Miek di Kediri.


Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Putri, Muhammad Fatih Billa mengaku hal tersebut dilaksanakan agar para santri dapat meneladani Gus Dur dan Gus Miek.


“Gus Dur itu tidak ada rasa takut dan sedih saat mengalami penderitaan. Keimanannya kuat dan tinggi. Gus Dur tidak pernah menyombongkan ilmunya,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Kamis (02/06/2022).


Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu menyebutkan, cucu pendiri NU tersebut merupakan sosok kiai yang tidak pernah mengeluh dalam segala kondisi.


“Selain itu, yang kami inginkan untuk diteladani oleh santri adalah nilai kemanusiaan Gus Dur. Sebab, Gus Dur selalu mengutamakan kemanusiaan, tanpa melihat latar belakang, suku, agama, atau ras orang,” terangnya


Sementara tentang sosok Gus Miek, yang patut diteladani oleh para santri di antaranya adalah sikap ringan tangan atau senang membantu. Selain itu, menurutnya Gus Miek adalah sosok kiai yang ringan kaki atau senang terjun ke tengah-tengah masyarakat.


“Sebagai ulama dari pondok pesantren besar, Gus Miek tidak hanya berkutat di pondok pesantren. Ia justru sering blusukan di luar pondok untuk melihat kondisi masyarakat yang sesungguhnya. Ini penting untuk diteladani santri agar selalu berbaur dengan masyarakat,” ujarnya.


Dijelaskan, bahwa Gus Miek banyak memberi pencerahan dan menolong masyarakat. Hal itu juga perlu diteladani oleh para pemimpin bangsa, agar mau turun ke bawah melihat kondisi masyarakat dan mencari tau akar masalah rakyat secara nyata.


“Sosok Gus Miek adalah orang yang sederhana dan humanis, bahkan hingga akhir hidupnya. Makamnya pun sangat sederhana, hanya batu nisan biasa. Tidak mewah sebagaimana tokoh besar lainnya. Gus Miek teladan bagi kita kita semua,” tandasnya.


Metropolis Terbaru