• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Metropolis

Aswaja Female Sidoarjo Bahas Kitab Nashaihul Ibad

Aswaja Female Sidoarjo Bahas Kitab Nashaihul Ibad
Flyer Aswaja Female Mengaji. (Foto: NOJ/Boy)
Flyer Aswaja Female Mengaji. (Foto: NOJ/Boy)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Dalam kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani dijelaskan ada dua perkara yang dimana tidak ada yang lebih utama dari dua perkara tersebut. Pertama adalah iman kepada Allah. Hubungan hamba dengan Allah merupakan nikmat yang paling besar bagi umat Islam.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Ning Anis Mufarrokhah selaku anggota Aswaja NU Center Sidoarjo saat acara ‘Aswaja Female Mengaji’ yang disiarkan melalui akun Instagram @aswaja_femalesda pada Senin (25/07/2022) siang.

 

“Kemudian yang kedua memberi kemanfaatan sesama umat Islam. Kemanfaatan dapat diberikan melalui bertutur kata yang baik, santun, menyebarkan ilmu dan memberikan nasehat yang baik. Atau tidak menindas ketika punya jabatan. Juga bisa dengan harta seperti menyantuni anak yatim, membantu kekurangan teman atau saudara,” katanya.

 

Disebutkan, seorang muslim dapat memberikan maaf kepada muslim lainnya juga bisa melalui tenaganya. Ning Anis lantas menguraikan hadist Nabi Muhammad yang menyebutkan bahwa siapa yang pada pagi hari bangun dan tidak mempunyai niat buruk. Maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dari sini dapat dilihat akan pentingya kedudukan niat dalam setiap perbuatan.

 

“Oleh karena itu usahakan ketika melakukan sesuatu dengan niat yang baik agar mendapat pahala dari Allah. Bahkan disebutkan pahalanya seperti haji yang mabrur jika seorang muslim pada pagi hari berniat memberikan pertolongan kepada sesama muslim,” ujarnya.

 

Hadist selanjutnya menjelaskan bahwa sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Jika manusia dapat peduli dengan sesama maka akan tergolong hamba yang sangat dicintai oleh Allah. Dan yang paling utama-utamanya amal adalah membahagiakan hati sesama muslim.

 

“Seperti turut memberi solusi atau jalan keluar teman yang mengalami masalah, memberi makan, menghilangkan kesusahan dan membantu melunasi hutang,” terangnya.

 

Sementara dua perkara yang tidak ada yang paling buruk dari dua perkara tersebut adalah syirik kepada Allah dan menyebabkan bahaya bagi sesama muslim sehingga mulukai badan atau fisiknya.

 

“Kedua dosa ini termasuk paling buruk karena semua perintah Allah berpusat pada dua hal. Yaitu mengagungkan Allah dengan tidak melakukan syirik. Dan yang kedua simpati kepada sesama manusia,” tandasnya. 


Metropolis Terbaru