• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Metropolis

Awali Rutinan, PKPNU Mojokerto Ngaji Kitab Nashoihul Ibad

Awali Rutinan, PKPNU Mojokerto Ngaji Kitab Nashoihul Ibad
Gus Mazad Barokatillah Mukaffy, pemateri ngaji Kitab Nashoihul Ibad (Foto: NOJ/Yulia Novita Hanum).
Gus Mazad Barokatillah Mukaffy, pemateri ngaji Kitab Nashoihul Ibad (Foto: NOJ/Yulia Novita Hanum).

Mojokerto, NU Online Jatim

Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto mengawali ngaji mingguan Kitab Nashoihul Ibad di Mushala Al Barokah Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (07/09/2021) malam.

 

Ngaji rutin yang disampaikan oleh Gus Mazad Barokatillah Mukaffy ini dilangsungkan dengan dikemas dalam acara silaturahim kader.

 

Gus Mazad sapaan akrabnya menyampaikan, dari Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa terdapat dalam maqolah Nashoihul Ibad ada empat perkara yang sangat sulit untuk dilakukan.

 

Pertama, memberikan maaf dalam keadaan marah. Kendalikan hati dikala marah, dan maafkanlah agar orang lain merasa senang. “Sesulit apa pun kita harus berusaha mengontrol hati kita. Orang yang selalu memberikan maaf kepada orang lain tentunya dapat manfaat yang besar dari Allah,” katanya.

 

Kedua, menyerahkan harta benda pada saat dibutuhkan. Jangankan pada waktu membutuhkan, pada saat benda itu sudah tak terpakai pun terkadang enggan untuk mensedekahkanya. Hingga tak terasa sampai menumpuk di almari/ di gudang.

 

“Muslimin yang dermawan, marilah kita berusaha melakukan amal shadaqah kepada orang yang membutuhkan. Ringankan tangan kita untuk membantu orang-orang fakir agar hubungan kita sesama muslim tak terputus,” ujarnya.

 

Ketiga, mencegah hal yang haram diwaktu sepi. “Dalam suasana yang ramai mungkin seorang manusia mempunyai rasa malu dan takut ketika ia berbuat sesuatu yang berdosa. Sungguh mereka adalah orang yang lupa, karena malu dan takut mereka hanya diarahkan pada manusia,” ungkapnya. 

 

Keempat, berkata benar di depan orang yang disegani. Bagi seorang mukmin, sudah sepantasnya untuk memiliki sifat jujur. 

 

“Berkata benar di depan orang yang disegani merupakan hal yang sulit. Tapi bisa kita lakukan jika kita menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang kita takuti,” pungkasnya.

 

Ketua PKPNU KH Ahmad Ahdal Shidqullah Amin berharap agar ngaji rutin kader ini juga bisa melayani umat. 

 

“Karena dari peduli kita bisa ‘anfauhum lin naas dan kalau kita benar-benar melayani umat berarti kita seorang abdullah ‘hambanya Allah’,” tutur Gus Mad sapaan akrabnya.

 

 

Gus Mad juga berpesan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini agar kader bisa menyambung silaturahim.

 

Acara yang diawali dengan pembacaan istighotsah ini kemudian dipungkasi dengan pembacaan doa.

 

Penulis: Yulia Novita Hanum

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru