• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Metropolis

Dhiya Atul Millah, Pengajar Pesantren Modern Al-Amanah Raih Gelar Doktor

Dhiya Atul Millah, Pengajar Pesantren Modern Al-Amanah Raih Gelar Doktor
Dhiya Atul Millah saat sidang promosi doktor di UINSA Surabaya (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Dhiya Atul Millah saat sidang promosi doktor di UINSA Surabaya (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Dhiya Atul Millah, Pengajar di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Kabupaten Sidoarjo meraih gelar doktor dalam bidang studi ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.


Millah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Konsep Insaniyah dalam Tafsir Maqal Fi al-Insan Dirasat Qur’aniyyah Karya Aisyah Abd Rahman Perspektif Teori Humanisme Carl Ransom Rogers’ dihadapan tujuh penguji pada Kamis 14 Juli 2022. Ketujug penguji tersebut  yakni H Idri, H Mohammad Arif, H Burhan Djamaluddin, H Hammis Syafaq, H Ahmad Thib Raya, H Abdul Qadir Riyadi dan H Abd Kholid. 


“Judul tersebut saya ambil dengan harapan agar manusia sebagai makhluk ciptaan Allah dapat menjadi manusia yang selalu menjalin hubungan baik dengan tuhan dan juga manusia,” katanya kepada NU Online Jatim, Sabtu (16/07/2022) pagi.​​​​​​​


Milla mengaku seaminya, Kundaru Adi Sabara dan kedua orang tunya adalah sosok dibalik penyemangatnya dalam perjalanan hingga lulus menjadi doktor. Berpendidikan tinggi bagi perempuan merupakan hal yang penting untuk digapai.


“Karena peran seorang perempuan tidak hanya mengurus rumah tangga saja. Namun juga menjadi madrasah yang pertama bagi anak-anaknya dan juga membangun generasi serta memajukan bangsa,” ujarnya.


Saat ini Millah juga mengabdikan dirinya sebagai direktur program khusus sanggar tahfidz entrepreneur di Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Al-Amanah. Ia juga merupakan sarjana tafsir dari Universitas Al-Azhar Mesir. 


“Saya aktif di NU ketika masih belajar di Cairo Mesir untuk mengikuti kegiatan kajian-kajian yang diadakan oleh Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Mesir,” terangnya. 


Alumni Pondok Pesantren  Putri Al-Mawaddah Coper Jetis, Ponorogo itu lantas melanjutkan pendidikan megisternya di UINSA dengan program studi yang sama. Hingga kemudian lulus menjadi doktor.


“Barakallah fii ilmi ustadzah, selamat atas gelar  doktornya. Semoga senantiasa bisa bermanfaat bagi siapapun dan semoga Allah mempermudahkan dalam setiap hal,” ujar Mokh Iqbal Khoirud Daarul Khuluud salah seorang rekan mengajarnya. 


Editor:

Metropolis Terbaru