• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Metropolis

Ishari NU Sidoarjo Berkembang Pesat, Kini Punya Ribuan Kader

Ishari NU Sidoarjo Berkembang Pesat, Kini Punya Ribuan Kader
PW Ishari NU Jatim menilai Ishari NU Sidoarjo berkembang pesat. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
PW Ishari NU Jatim menilai Ishari NU Sidoarjo berkembang pesat. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Ishari NU Jatim, Ahmad Nuaim Abud menilai Ishari di Kabupaten Sidoarjo tahun ini berkembang sangat pesat. Bahkan, hingga mempunyai ribuan kader dalam jangka waktu yang relatif tidak lama.


“Setidaknya ada 4000 kader Ishari NU yang tercatat di seluruh Sidoarjo,” kataya saat turun ke bawah (Turba) ke zona IV, yang meliputi Pimpinan Cabang (PC) Ishari NU Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, dan Bangil. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Sabtu (16/07/2022).


Disebutkan, bahwa perkembangan Ishari NU Sidoarjo yang sedemikian pesat ini tentu tidak terlepas dari peran dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan PCNU Sidoarjo. Upaya membangkitkan jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) yang dulunya ada Ishari NU terus dilakukan agar bergiat lagi.


Namun, jumlah kader yang signifikan ini tentu diharapkan harus dibarengi dengan adanya penguatan sumber daya manusia (SDM), penataan organisasi, serta pengkaderan amaliyah Ishari NU yang meliputi 4 unsur, yakni shalawat, rodad, ketrek, dan pukulan terbang.


“Dibutuhkan kerja ekstra dalam menata jamiyah yang tidak kenal usia seperti Ishari NU. Karena kader Ishari NU ini mulai usia Sekolah Dasar sampai usia lanjut masih banyak ditemui mengikuti kegiatan Ishari,” ujarnya.


Ahmad Nuaim pun berpesan agar terus dilakukan ikhtiar penataan organisasi Ishari NU dengan baik dan kuat. Baik dalam penataan manajemen dan kuat dalam hal kaderisasi.


Menurutnya, selain kaderisasi berbasis ranting di desa-desa, Ishari NU juga bisa bersinergi dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU untuk masuk di lembaga formal sebagai ekstrakulikuler.


“Atau bisa juga masuk ke pesantren sebagai khazanah seni islami. Misal ini bisa dijalankan dengan baik, maka tidak akan kekurangan kader Ishari NU yang siap bershalawat dengan iringan seni rodad dan irama terbang yang khas,” tandasnya.


Metropolis Terbaru