• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 10 Agustus 2022

Metropolis

ISNU Jatim Gelar Pelatihan Proses Produk Halal di Sidoarjo

ISNU Jatim Gelar Pelatihan Proses Produk Halal di Sidoarjo
Pelatihan Proses Produk Halal oleh ISNU Jatim di Sidoarjo. (Foto: NOJ/Sutrisno Akbar)
Pelatihan Proses Produk Halal oleh ISNU Jatim di Sidoarjo. (Foto: NOJ/Sutrisno Akbar)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menggelar pelatihan Proses Produk Halal (PPH) di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo pada Rabu hingga Kamis (23-24/03/2022). Sebanyak 96 aktivis NU dan profesional hadir jadi peserta dalam kegiatan itu.


Mas’ud Said, Ketua ISNU Jawa Timur, berharap pelatihan PPH tersebut bermanfaat terutama bagi tumbuhnya industri menengah kecil (IKM) di lingkungan NU naik kelas. Pelaku IKM juga diharapkan bisa memproduksi produk halal.


"Jika semuanya sudah dipastikan halal, maka percepatan Indonesia menjadi pusat halal pada tahun 2027 akan segera tercapai. Kalau kita hidup, memiliki rezeki, bergaul dan bekerja secara halal, maka negara kita akan sejahtera dan dunia pun akan sejahtera," kata Mas’ud.


“Halal adalah prinsip. Jika kita sudah mendapatkan rezeki yang halal, mąką harus dipastikan konsumsi kita halal. Produk-produk yang ada ini harus halal semua, karena tidak hanya masyarakat yang mengonsumsi, tapi juga dikirim ke luar,” imbuh Guru Besar Ilmu Pemerintahan Unisma Malang itu.


Sementara itu, Sholehuddin, Ketua PC ISNU Sidoarjo, menyampaikan terima kasih kepada ISNU Jatim yang memfasilitasi kader-kader NU di Sidoarjo untuk mengikuti pelatihan PPH. "Peserta saya seleksi berdasarkan biodata dan rekam jejak. Saya tidak ingin salah sasaran," katanya.


Muhdlor Ali, Bupati Sidoarjo, menegaskan bahwa pelatihan ini memang sangat dinanti. Sebab,  Sidoarjo memiliki 160 ribu Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). "Saya berharap UMKM ini naik kelas. Salah satunya jika ada yang belum memiliki sertifikat halal, maka ke depan harus bersertifikat halal," ujarnya.


Nah, sebagai bentuk dukungan agar program tersebut berjalan lancar, produk halal menjadi persyaratan dalam pengajuan pembiayaan di daerah. Itu penting apalagi Sidoarjo sudah disematkan sebagai kawasan industri halal. Karena itu diperlukan adanya laboratorium halal. Nah, di sisi itulah ISNU bisa bersinergi dengan pemerintah.


"Saya berharap kawasan industri halal di Sidoarjo menjadi industri halal seutuh-utuhnya," ucap Muhdlor.


Metropolis Terbaru