• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Metropolis

Memutuskan Taubat, Mantan Narapidana di Sidoarjo Ini Gabung Ansor

Memutuskan Taubat, Mantan Narapidana di Sidoarjo Ini Gabung Ansor
Dodik Iswantoro (tiga dari kanan) saat ziarah bersama PAC GP Ansor Tarik Sidoarjo (NOJ/ Boy Ardiansyah)
Dodik Iswantoro (tiga dari kanan) saat ziarah bersama PAC GP Ansor Tarik Sidoarjo (NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) di lingkup pemuda diisi oleh para pemuda dari berbagai kalangan. Dari santri pesantren, santri kampung bahkan mantan narapidana.

 

Seperti Dodik Iswantoro salah seorang kader Ansor dari Ranting Kemuning, Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Dodik merupakan bekas narapidana yang kini memilih jalan hidup bersama Ansor. Keinginannya untuk memperbaiki hidup ditempuh dengan mendekatkan diri kepada ulama.

 

“Saya ingin taubat, ingin dekat ulama dan membela Islam melalui GP Ansor,” ucapnya kepada NU Online Jatim, Rabu (08/12/2021).

 

Dodik awalnya pesimis, malu dan takut tidak diterima ketika mau ikut GP Ansor. Karena dirinya seorang mantan narapidana kasus narkotika. Namun, tekatnya untuk kembali ke jalan Allah mengalahkan rasa pesimisnya.

 

“Tahun 2011 saya masuk penjara kasus narkotika dan keluar tahun 2015, pada tahun 2019 saya kembali ditangkap polisi dengan kasus yang sama,” kata pemuda 38 tahun ini.

 

Dodik amat senang diterima dengan baik oleh GP Ansor. Untuk membuktikan keseriusannya menjadi kader Ansor, Dodik akan mengikuti Pendidikan Kader Dasar (PKD) Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Tarik.

 

“Insyallah tanggal 17 Desember nanti saya akan mengikuti PKD. Dulu saya berani mati demi desa saya, sekarang saya berani mati untuk membela Islam, Bangsa  dan Ulama NU,” ucap pemuda yang mengidolakan Gus Ahmad Muwafiq dan Habib Lutfi bin Yahya ini.

 

Terpisah, Mokhamat Iqbal selaku Ketua PAC GP Ansor Tarik menuturkan, organisasinya terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung dan berkhidmah. Sebab, pada prinsipnya menjadi Kader Ansor adalah sebuah usaha dan jalan untuk menjadi pribadi lebih baik.

 

“Saya sangat senang dan bangga jika ada salah seorang yang ingin menjadi kader Ansor dengan niat memperbaiki diri atau bertaubat, artinya syiar dan perjuangan Ansor di Tarik selama ini mampu mengetuk dan menyentuh hati setiap individu untuk bertaubat sehingga menyatakan bergabung dengan Ansor,” ujar dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini.

 

 

Iqbal juga berharap agar Dodik istiqamah dalam perjuangan. “Semoga dengan bergabungnya sahabat Dodik di GP Ansor Tarik semakin meningkat semangat belajar mendalami Islam dan menjadi pribadi yang ulul albab,” pungkasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru