• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Penghujung Kemarau, LPBINU Mojokerto Salurkan Air Bersih di Ngoro

Penghujung Kemarau, LPBINU Mojokerto Salurkan Air Bersih di Ngoro
Penyaluran air bersih oleh relawan LPBINU Kabupaten Mojokerto. (Foto: NOJ/SA)
Penyaluran air bersih oleh relawan LPBINU Kabupaten Mojokerto. (Foto: NOJ/SA)

Mojokerto, NU Online Jatim

Beberapa minggu lalu Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Mojokerto medapatkan laporan dari masyarakat terkait desa yang kekurangan air bersih. Oleh karena itu, relawan LPBINU melaksanakan kegiatan penyaluran air bersih untuk warga Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (03/10/2022).

 

“Desa ini hampir setiap musim kemarau selalu kekurangan air bersih. Itu karena di desa ini tidak ada sumur atau sumber air. Satu-satunya jalan pemenuhan kebutuhan air bersih adalah mendatangkan air dari bawah,” kata Saiful Anam, Ketua LPBINU Kabupaten Mojokerto.

 

Menurutnya, kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu. Berbagai upaya juga telah dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan OPD terkait. Upaya pemenuhan ini terus dilakukan di antaranya adalah membuat instalasi air bersih yang berhulu di Desa Bantal, Kecamatan Trawas. 

 

“Upaya ini sedikit membuahkan hasil, meski dengan biaya yang tidak murah karena jarak kedua desa ini puluhan kilometer. Itu pun melalui hutan dan wilayah Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

 

Dijelaskan, untuk sampai di Desa Kunjorowesi, terutama dusun yang paling atas air ini masih harus dipompa ke Dusun Kandangan (Tlogo). Namun tidak berhenti sampai di situ saja, saat ini pihaknya sedang mengupayakan pompa dari bawah, yakni Dusun Sekantong. Namun pembangunan instalasinya masih belum kelar seratus persen. 

 

“Atas kondisi tersebut, beberapa RT di desa ini mengalami kekurangan air bersih. Respons terhadap kondisi ini pemerintah melakukan penyaluran rutin,” jelasnya.

 

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto ini menerangkan, melalui kerja sama dengan PDAM Mojokerto, penyaluran air setiap hari rutin dilakukan. Namun pada penghujung kemarau ini, air yang disalurkan masih belum memenuhi semua kebutuhan warga akan air bersih.

 

“Dari sinilah LPBINU ikut berpartisipasi melakukan penyaluran air bersih. Tidak lupa kerja sama dengan BPBD Kabupaten Mojokerto, LPBINU akan rutin setiap hari dilaksanakan ke beberapa RT, baik di Dusun Kandangan maupun Dusun Kunjoro,” tandasnya.

 

Dalam giat penyaluran air ini memakai armada truk tangki yang dipinjam dari BPBD Kabupaten Mojokerto. Lebih lanjut Cak Anam menyatakan bahwa dana operasional ini didapat dari para nahdliyin yang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih di Desa Kunjorowesi.


Metropolis Terbaru