• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Metropolis

Lagi, LPBINU Mojokerto Tanam Pohon Bareng Komunitas Buddha

Lagi, LPBINU Mojokerto Tanam Pohon Bareng Komunitas Buddha
LPBINU Kabupaten Mojokerto melakukan penanaman seribu pohon bersama Komunitas Buddha. (Foto: NOJ/ Yulia NH)
LPBINU Kabupaten Mojokerto melakukan penanaman seribu pohon bersama Komunitas Buddha. (Foto: NOJ/ Yulia NH)

Mojokerto, NU Online Jatim

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Mojokerto kembali turut terlibat dalam aksi penanaman seribu pohon, pembebasan satwa, serta kegiatan pindapata (sedekah).


Kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Agga Jina Mitto atau Komunitas Budhis itu dipusatkan di Padepokan Hutan Lindung, Wet Sendi 2, Gunung Lorokan, Pacet, Mojokerto, Sabtu (05/03/2022). Kegiatan ini juga melibatkan Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corbs Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Mojosari, Mojokerto.


Ketua LPBINU Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam mengatakan, penanaman ini adalah salah satu ikhtiar kecil untuk kelestarian lingkungan. Yakni, dengan mempertahankan ekosistem hutan sebagai sumber oksigen.


“Hutan harus tetap dijaga agar hutan juga menjaga kita. LPBINU berkomitmen untuk tidak henti berikhtiar sebagai upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB),” katanya.


Menurut Anam, apapun dan bagaimanapun kerusakan alam merupakan salah satu bentuk kejahilan tangan-tangan manusia. Semuanya wajib mengimbangi kerusakan alam itu dengan kegiatan-kegiatan positif untuk alam.


“Lembaga apapun dan siapapun yang mempunyai visi dan misi pelestarian lingkungan serta upaya PRB, hendaknya kita ajak bersama-sama dalam upaya-upaya positif untuk kelestarian alam,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Padepokan Lorokan Wihara Bhuddhayana Mojokerto, Bhante Nyalasila Thera mengungkapkan, dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada Gereja Katholik dan komunitas Lions Club antar wilayah.


"Tidak hanya untuk bertanam, tapi kami ingin mengajak semua untuk menikmati alam dan merawat alam dengan upaya penghijauan," ungkapnya.


Selain kebutuhan batin, di tempat ini bisa juga menikmati keindahan Puncak Lorokan dan wisata air terjun. Jika ingin bermalam, bisa menghubungi kawan-kawan yang di lokasi. Mereka juga sudah menyiapkan tenda lengkap.


"Untuk wisata batin, Anda bisa kesini non sekte. Bahkan, mulai April mendatang kita buka program meditasi. Tidak hanya, itu misalkan dari orang Islam ingin wiridan di sini, silahkan yang penting tidak berbenturan dari kegiatan kami," terangnya.


"Kami juga mengajak bersama-sama agar mencintai alam untuk kesembuhan jasmani dan batin kita, tentunya sebagai rasa syukur kita atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa," imbuhnya.


Senada dengan itu, President Lions Club Mojokerto Mojopahit Host Darmanto Anam Muliawan menambahkan, Pindapata ini adalah salah satu tradisi Buddis yang sudah dilakukan turun menurun dari zaman Buddha Gautama.


"Hingga saat ini, tradisi ini masih dilaksanakan bagi para Bhante dan Samanera," katanya.


Anam menegaskan, bagi kepercayaan umat Buddha, Pindapata ini adalah sebuah kesempatan untuk berbuat baik. Melakukan kebajikan berupa dana makan bagi para Bhante/Bhiku dan Samanera.
 


"Saya berharap, kita harus menjaga alam agar alam menjaga kita. Lakukan kegiatan ini secara rutin hingga bisa memberikan dampak yang positif bagi lingkungan serta bumi kita ini. Tularkan semangat ini ke segala arah dan ke segala lapisan tua muda dan lintas agama, serta ke semua masyarakat," pungkasnya.


Metropolis Terbaru