• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Mei 2024

Metropolis

Tips Kelola THR Agar Tak Boncos

Tips Kelola THR Agar Tak Boncos
THR. (Foto: NOJ/snapy)
THR. (Foto: NOJ/snapy)

Surabaya, NU Online Jatim

Lebaran identik dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, seiring pencairan THR, kebutuhan saat lebaran juga tidak sedikit. Sehingga harus cerdas mengelola keuangan.

 

"Nah, di sini ada baiknya kita dahulukan kebutuhan yang bersifat wajib, seperti berzakat. Jangan lupa menyisihkan juga untuk berbagi kepada kerabat dekat," kata Sharia Financial Advisor, Ai Nur Bayinah dalam Kelas Literasi Keuangan Edisi Spesial Ramadhan yang disiarkan channel youtube Biman Foundation sebagaimana dilansir NU Online, Selasa (16/04/2024).

 

Perempuan yang akrab disapa Ai ini mengingatkan, selain senang mendapat THR perlu juga diingat bahwa saat hari raya kebutuhan pokok seringkali mengalami kenaikan harga. Itu sebabnya Ai menyarankan untuk memprioritaskan kebutuhan pokok dengan memanfaatkan diskon untuk menghindari pengeluaran yang terlalu besar. "THR itu kan bonus ya. Nah, karena bonus terkadang itu membuat kita menjadi terpleset," ungkapnya.

 

"Maka dari itu, sebelum kita membelanjakan untuk hal-hal yang tidak terlalu perlu, kita harus pandai dalam mengelolanya dengan melunasi lebih dulu cicilan atau hutang yang jatuh tempo," imbuh Ai.

 

Kendati demikian, kata Ai, meskipun banyak pengeluaran di hari Raya, seseorang juga tetap harus menyisihkan sebagian THR untuk ditabung. "Idealnya 10 persen dari THR lah ya," kata dia.

 

Dalam kesempatan berbeda, Pegiat Pendidikan Najeela Shihab berbagi tips literasi keuangan untuk anak.  Menurut dia, setiap pembelajaran itu sudah sepatutnya dilakukan sepanjang hayat, termasuk belajar dalam mengelola keuangan. Pasalnya dalam setiap generasi pasti menghadapi tantangan keuangan secara berbeda-beda.

 

"Nah, yang bisa kita ajarkan itu sebetulnya sesuai sama tahap perkembangan anak. Misalnya, kalau anak umur tiga tahun itu sudah mulai jajan kan. Sehingga dia sudah mulai ingin ke warung dekat rumah dan sebetulnya kita sudah bisa mengajarkan soal pengeluaran," kata Najeela.

 

Kegiatan mengelola keuangan ini dapat dilakukan dengan mulai mengenalkan pendapatan, anggaran, lalu akan dialokasikan ke mana uang tersebut.

 

Najeela juga menuturkan, mengajarkan penganggaran keuangan kepada anak sangat penting agar anak tidak konsumtif. "Anggaran buat jajan itu berapa? Mana yang mahal mana yang murah itu sudah harus diajarin mulai kelas 6 SD," tuturnya.

 

Apalagi selama bulan Ramadhan anak-anak sudah diajarkan untuk sabar, ikhlas dan disiplin. Maka nila-nilai positif itu juga mestinya dapat diterapkan dalam hal pengelolaan keuangan.

 

"Sedekah itu mengajarkan tentang mengelola uang juga. Kenapa kalau kita ke Mesjid kita sedekah dan kenapa kita harus berbagi? Itu juga cara ngajarin anak untuk bijak dalam keuangan," papar Founder Sekolah Cikal ini.

 

"Cuma kadang-kadang kita kurang memanfaatkan kesempatan-kesempatan itu untuk ngajarin anak," sambung Najeela.


Metropolis Terbaru