• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Pantura

Nahdlatut Turots Lakukan Katalogisasi dan Digitalisasi Karya Ulama Pesantren

Nahdlatut Turots Lakukan Katalogisasi dan Digitalisasi Karya Ulama Pesantren
Proses Katalogisasi dan Digitalisasi turots Nusantara oleh Nahdlatut Turots. (Foto: NOJ/ Ist)
Proses Katalogisasi dan Digitalisasi turots Nusantara oleh Nahdlatut Turots. (Foto: NOJ/ Ist)

Tuban, NU Online Jatim
Pascadeklarasi pada gelaran Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung, Nahdlatut Turots telah menyelenggarakan agenda-agenda strategis terkait pelestarian dan penyelamatan turots Nusantara. Di antaranya melakukan kegiatan Katalogisasi dan Digitalisasi Turots Pesantren dan Islam Indonesia Tahap I.


Program Digitalisasi dan Katalogisasi ini dilaksanakan secara beruntun di tiga tempat berbeda, sejak Selasa (17/05/2022) hingga Jum’at (27/05/2022). Rinciannya, pada Kamis-Sabtu (19-21/05/2022) di Pondok Pesantren Al-Akhyar Tambak Agung, Labang, Bangkalan, pada Ahad-Selasa (22-24/05/2022) di Pondok Pesantren Sembilangan, Kramat, Bangkalan, dan Rabu-Jum’at (25-27/05/2022) di Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban.


“Memang dalam upaya pelestarian turots, kegiatan katalogisasi semacam ini sangat penting,” tutur salah satu panitia, Moh Ainur Ridha, Jum'at (27/05/2022).


Ia menjelaskan, katalogisasi akan berfokus pada inventarisir manuskrip-manuskrip yang ada di pesantren, termasuk identifikasi penulis atau penyalin, dan juga ragam disiplin keilmuan.


“Katalogisasi ini pada gilirannya akan mempermudah pelacakan dan juga memperkuat informasi jejaring para ulama Nusantara,” tuturnya.


Tak hanya katalogisasi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan digitalisasi atas manuskrip-manuskrip yang telah berumur puluhan hingga ratusan tahun. Menurutnya, digitalisasi akan menyelamatkan dan menjadikan manuskrip lebih mudah dikaji.


“Terkait digitalisasi, hal tersebut menjadi tahapan setelah katalogisasi, dengan tujuan penyelamatan manuskrip-manuskrip agar tidak lapuk termakan zaman,” lanjut Ainur Ridha.


Disebutkan, bahwa dalam proses digitalisasi ini, ada proses alih media, dari bentuk naskah secara fisik menjadi bentuk digital. Menurutnya, proses katalogisasi dan digitalisasi tersebut akan memudahkan tatkala ada penelitian atau pengkajian.


Dirinya mengatakan, kegiatan tahap I yang berlangsung selama sebelas hari ini diikuti oleh santri-santri dari beberapa pesantren yang telah diseleksi, dan diberi pelatihan dalam hal katalogisasi dan penggunaan alat-alat peranti digitalisasi.


“Melalui pelatihan yang diberikan, diharapkan para santri dapat melakukan katalogisasi dan digitalisasi secara mandiri di pesantren masing-masing, mengingat di pesantren tidak sedikit yang menyimpan manuskrip-manuskrip para masyayikh,” imbuhnya. 


Hingga hari kesepuluh, ratusan kitab telah berhasil dikatalogisasi dan didigitalkan. Beberapa kitab di antaranya, manuskrip Syarh Alfiyyah Ibn Malik karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan,  Fatawa Ulama fi Bedug karya Kiai Abdul hadi Zahid Langitan, manuskrip Dalail al-Khairat (tulisan tangan Kiai Muqaddas, Sembilangan), dan kitab Tuhfat al-Ikhwan bi Syarhi Syu’bi al-Iman karya Syaikh Nawawi al-Bantani .      


Program Digitalisasi dan Katalogisasi ini juga dirangkai dengan Seminar Nasional Filologi dan Peradaban Pesantren yang mengangkat tema “Menelusuri Keagungan Pemikiran Ulama Nusantara” yang dipusatkan di Pesantren Langitan, Tuban.


Hadir di tahap I dan II sebagai mentor, yakni Gus Ifdlolul Maghfur dari LTNNU Jatim, Gus Mirza Zakki dari Tebuireng, Ayung dari Komunitas Pegon, Adi Ivanto dari Alkimya Dirasah Virtual, lalu tahap III diadakan seminar yang dihadiri Ajengan Ahmad Ginanjar Sya’ban, Filolog atau Pakar Naskah Islam Nusantara, Lora Utsman Hasan al-Akhyari selaku Ketua Lajnah Turats Ilmi Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Gus Nanal Ainul Fauz dari Lajnah Turats Ulama Nusantara.


Sebelumnya, sejumlah agenda pelestarian dan penyelamatan turots Nusantara juga dilakukan. Meliputi, Pekan Memorial Syaikh Nawawi Banten di Jakarta, Pameran Manuskrip di Harlah dan Pengukuhan Pengurus Besar NU di Balikpapan, dan Ngaji Manuskrip selama Ramadhan.


Pantura Terbaru