• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Parlemen

Anik Maslachah Ungkap Pentingnya Kegiatan Keagamaan di Era Digital

Anik Maslachah Ungkap Pentingnya Kegiatan Keagamaan di Era Digital
Anik Maslachah. (Foto: NOJ/Boy)
Anik Maslachah. (Foto: NOJ/Boy)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim Hj Anik Maslachah menyampaikan apresiasi atas kegiatan keagamaan di Sidoarjo yang sangat tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri rutinan kubro Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Tarik, Sidoarjo, Rabu (23/03/2022) pagi di Masjid Pondok Pesantren Putra Al-Hidayah desa/kecamatan setempat.

 

Mantan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo tersebut menganggap kegiatan keagamaan sangat penting di tengah arus digital yang semakin canggih seperti saat ini.

 

“Buktinya derasnya arus digital saat ini adalah semua jamaah yang hadir ini saya yakin membawa HP semua. Tidak ada yang tidak membawa HP, betul?,” Tanya politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut kepada ratusan jamaah yang hadir.

 

Menurut perempuan asal Kecamatan Sukodono tersebut, sisi positif era digital adalah cepatnya perkembangan teknologi dan informasi. Segala sesuatu yang awalnya tidak bisa dikerjakan, asal mempunyai paket data bisa belajar dengan melihat di google atau Youtube. Namun era digital juga memunculkan dampak negatif yang tidak kalah besar dari dampak positifnya. Oleh karena itu dirinya mengajak hadirin untuk selalu memantau anak-anaknya dalam penggunaan HP.

 

“Buktinya dulu anak-anak kalau dipanggil orang tuanya langsung datang. Saat ini kalau sudah main HP dipanggil orang tua tidak akan mendengarkan," terangnya.

 

Sehingga terjadilah degradasi moral yang dikhawatirkan di era digital seperti saat ini. Anik tidak ingin anak-anak Indonesia mengikuti budaya-budaya Eropa yang sedemikian mudah di akses melalui internet.

 

“Di Eropa LGBT diperbolehkan. Karena memang negaranya liberal tidak berpegang kepada ajaran agama. Kita tentu tidak ingin Indonesia seperti itu. Kita bersama-sama harus menjaga adat ketimuran seperti sopan santun, gotong royong dan lain sebagainya. Caranya dengan menghidupkan acara-acara keagamaan seperti ini,” ujarnya.

 

Hadir dalam kesempatan ini Hj Mahsunnah Said Pengasuh Pondok Pesantren Putra Al-Hidayah, Muslifah Ketua Fatayat NU, serta ratusan jamaah se-Kecamatan Tarik, Sidoarjo.


Parlemen Terbaru