• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Parlemen

DPRD Jatim Apresiasi Polres Tuban Gagalkan Penyelundupan Pupuk 

DPRD Jatim Apresiasi Polres Tuban Gagalkan Penyelundupan Pupuk 
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Achmad Iskandar. (Foto: NOJ/KMp)
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Achmad Iskandar. (Foto: NOJ/KMp)

Bangkalan, NU Online Jatim
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Achmad Iskandar mengapresiasi kinerja Polres Tuban yang menggagalkan penyelundupan 9 ton pupuk bersubsidi. Diketahui pupuk tersebut berasal dari Kabupaten Pamekasan. Dari kasus tersebut, diperkirakan negara mengalami kerugian hingga mencapai miliaran rupiah. 
 

Iskandar mengatakan, permasalahan pupuk bersubsidi sudah menjadi problem yang selama ini dikeluhkan para petani. 
 

"Saya memberikan apresiasi yang pertama kepada pihak kepolisian tuban secara khusus,” katanya, Senin (07/02/2022). 
 

Dirinya juga meminta pihak kepolisian agar mengungkap secara utuh. Dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga bisa melacak seperti apa kejadian yang sebenarnya. Hal tersebut disampaikan Iskandar seusai melakukan reses di Bangkalan
 

Iskandar menegaskan, apabila penyelundupan pupuk bersubsidi ini bisa diselesaikan hingga tuntas, dia yakin ke depan program pemerintah untuk membantu kesejahteraan petani bisa benar-benar terwujud. 
 

"Karena masalah pekerjaan petani ini menjadi prospektif ke depannya," ucapnya. 
 

Sebab, politisi Partai Demokrat ini tak ingin ke depan anak-anak muda atau generasi sekarang, menjadi apatis terhadap pekerjaan tani. Karenanya, dia mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah terkait dapat menuntaskan kasus penyelundupan pupuk bersubsidi tersebut. 
 

"Jangan sampai anak muda kita tidak mau jadi petani ke depan. Karena tidak prospektif, mau cari pupuk sulit, mau menanam sulit, ketika panen juga sulit, padi harganya rendah. Jadi akhirnya pertanian menjadi hal yang tidak prospektif," tegasnya. 
 

Menurutnya, keinginan (menjadi petani) pada generasi muda harus dibangun. Karena bagaimanapun pertanian harus dipertahankan dan majukan dengan teknologi. 
 

Oleh karena itu, Iskandar juga meminta dukungan semua pihak, khususnya awak media agar dapat mengawal kasus penyelundupan pupuk bersubsidi tersebut. Terlebih lagi, program pupuk bersubsidi ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyejahterakan para petani. 
 

"Saya mohon bantuan wartawan terus blow-up keadaan ini, supaya masyarakat paham, APH juga paham. Bahwa ini ada kebijakan pemerintah yang harus kita banggakan, jangan dipotong. Karena program kebijakan pemerintah bisa  terhambat karena ini (penyelundupan pupuk)," tegas dia. 
 

Di samping itu, sebagai langkah konkret, Iskandar juga bakal melakukan evaluasi terhadap pupuk bersubsidi di Jatim. Jangan sampai, penyelundupan pupuk bersubsidi ini kembali terjadi yang berpotensi dapat merugikan para petani dan bahkan negara. 
 

"Nanti akan kami lakukan pada komisi-komisi dan dinas terkait di provinsi. Nanti kami akan bersama Komisi B, terkait  bagaimana menindaklanjuti ini menjadi pembelajaran yang berharga. Kita juga membangun partisipasi masyarakat dalam pengawasan," tandasnya.


Editor:

Parlemen Terbaru