• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Parlemen

Pimpinan DPRD Jatim Minta Penanganan Covid-19 Dimulai dari Akar Rumput

Pimpinan DPRD Jatim Minta Penanganan Covid-19 Dimulai dari Akar Rumput
Salah satu penganganan Covid-19 dengan vaksinasi. (Foto: NOJ/sindo)
Salah satu penganganan Covid-19 dengan vaksinasi. (Foto: NOJ/sindo)

Surabaya, NU Online Jatim

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan penanganan pandemi Covid-19 hendaknya berpedoman pada sosiologi masyarakat.

 

Penanganan berbasis sosiologi masyarakat diyakini Anik dapat meningkatkan optimalisasi sektor kesehatan dimulai dari akar rumput. Yaitu mulai dari ranah RT. 

 

“Jadi kebijakan pemerintah pusat, provinsi untuk sampai kabupaten/kota sampai dengan desa ini ada formulasi yang lebih humanis yang mengarah kepada sosiologi masyarakat,” kata Anik di Gedung DPRD, Senin (09/08/2021).

 

Pernyataan Pimpinan DPRD Jawa Timur tersebut, menanggapi terkait draft perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur.

 

Perubahan RPJMD Jatim ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta kondisi eksisting saat ini.

 

Dia berharap, masyarakat tak lagi merasa ketakutan dengan adanya formulasi penanganan pandemi yang berpedoman pada sosiologi. Sebab menurutnya, selama ini masyarakat ketakutan dengan pola penanganan pandemi yang diterapkan, sehingga berpengaruh pada kinerja program pencegahan Covid-19.

 

“Sehingga tidak pula masyarakat ditakuti, masyarakat disekat-sekat, masyarakat diberikan sanksi, tetapi tidak menyelesaikan masalah,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

 

Lebih lanjut, Bendahara Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur ini menuturkan, selama ini penanganan pandemi Covid-19 tidak berdampak signifikan pada penurunan kasus penyebarannya. Malah hal tersebut menjadi bumerang, sebab penanganan yang tidak tepat ini malah sangat berpengaruh pada anjloknya perekonomian masyarakat.

 

“Tidak menyelesaikan positivity rate untuk menjadi turun, malah justru positivity rate meningkat. Mortality rate atau kematian menjadi meningkat, ekonomi semakin ambruk. Nah, ini perlu di RPJMD juga diformulasikan,” tandasnya.


Parlemen Terbaru