• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Pemerintahan

Khofifah Ajak Stakeholders Perkokoh Penguatan Literasi

Khofifah Ajak Stakeholders Perkokoh Penguatan Literasi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di acara Dewan Pendidikan setempat, Jumat (12/11). (Foto: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di acara Dewan Pendidikan setempat, Jumat (12/11). (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Surabaya, NU Online Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan perlunya penguatan literasi dengan mendorong kultur atau budaya  membaca. Ia juga mengajak sinergitas para stakeholders  pendidikan dalam menyiapkan struktur dan kultur dalam proses penyiapan SDM paripurna.

 

"Saya berharap melalui kegiatan ini Dewan Pendidikan akan membantu penguatan literasi, dengan terus memonitor perkembangan dan kemajuan pendidikan di Jawa Timur," ujar Khofifah usai pembukaan Rakor Revitalisasi Dewan Pendidikan dalam Mendukung Program Jatim Cerdas di Jatim di Hotel Grand Mercure Surabaya, Jumat (12/11).

 

Pemprov Jatim sendiri, lanjut Khofifah, menjadikan Sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai prioritas melalui program Jatim Cerdas. Agar berjalan optimal,  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta semua pihak dan stakeholders agar bersinergi untuk memperkokoh pondasi dalam  membentuk SDM berkualitas. Utamanya dalam memecahkan berbagai persoalan di sektor pendidikan termasuk koneksitas dengan DUDIKA (dunia usaha, dunia  industri dan dunia kerja).

 

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyebut, jika menyinggung soal literasi, tidak hanya dalam hal membaca saja. Lebih dari itu, berbagai ruang lingkup literasi seperti literasi financial, literasi digital, dan literasi humanis yang menjadikan kecerdasan sosial menjadi bagian yang berseiring dengan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual.

 

"Nah, ini karena kita membangun manusia Indonesia seutuhnya. Maka mendorong literasi berbagai sektor menjadi sangat penting. Misalnya  rencana besok (Senin, 15 November 2021) kita akan membahas soal literasi untuk kesejahteraan. Bagaimana jika ini dikaitkan dengan pendidikan yang menjadi tugas pemprov. Agar perspektif tentang literasi dan upaya mewujudkan kesejahteraan berseiring," jabarnya. 

 

Ia melanjutkan,  dalam mewujudkan SDM Unggul Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Jatim juga mempunyai program SMA Double Track, yang merupakan program vokasional, khususnya bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Selain itu, SMK yang berstatus BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang saat ini tercatat sudah 20 lembaga, di akhir tahun,  kata Khofifah rencananya akan bertambah menjadi 77 lembaga SMK berstatus BLUD. 

 

"Ada hal yang saya rasa kita bisa menemukan  produk-produk SMK yang sangat genuine,  briliant dan out of the box.  Antara lain yang saya lihat pada tanggal 9 November 2021 kemarin.  Bagaimana anak SMK di Ponorogo mempunyai ide yang super  kreatif . Mengubah sampah menjadi rupiah dan berkah. Melalui pengolahan yang outputnya menjadi briket bahan bakar ini menurut saya ini solve the problem," jelasnya.

 

Ketua Umum PP Muslimat NU itu menilai, inovasi-inovasi tersebut harus ditemu-kenali, agar bisa di  replikasi lebih masif di berbagai daerah. Terlebih lagi,  inovasi tersebut dibuat oleh para siswa SMK yang ada di Ponorogo. Tak hanya briket, pupuk organik dengan komponen utama dari limbah sampah organik  juga dibuat para siswa SMK di Ponorogo. Yang luar biasa,  adalah format teknologi tepat guna yang diterapkan. Di mana, untuk finishing  teknologi dibuat sendiri oleh para siswa. 

 

Harapan Gubernur Jatim itupun disambut positif oleh Ketua Dewan Pendidikan Jatim Ahmad Muzakki. Menurutnya, selama ini Jatim telah menjadi pioner dalam banyak hal, termasuk capaian-capaian para pelajar pada program Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan.

 

Jika berbicara mengenai ruang lingkup literasi, dikatakan Prof Muzakki merupakan pintu masuk hulu di pendidikan. "Karena itu dewan pendidikan akan menjadikan arahan gubernur sebagai pintu masuk untuk memperkuat desain kedepan seperti apa.  Memperkuat literasi yang beragam melalui hulu pendidikan," ujarnya.

 

Ia menambahkan, meski Jatim berada di wilayah atas dari berbagai macam literasi secara nasional, namun hal itu tidak akan menjadikan stakeholder pendidikan Jatim berpuas diri. "Dewan pendidikan memberikan support pada provinsi bagaimana desain membuat percepatan pencapaian lebih tinggi lagi," imbuh dia. 


Pemerintahan Terbaru