• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Pemerintahan

Advertorial

Pemkab Nganjuk Beri Perhatian Khusus Pelestarian Kesenian

Pemkab Nganjuk Beri Perhatian Khusus Pelestarian Kesenian
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Foto: Istimewa
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Foto: Istimewa

Nganjuk, NU Online Jatim

Pelestarian kesenian merupakan salah satu upaya pembangunan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Kekayaan kesenian harus dijaga kelestariannya sebagai salah satu kekayaan nilai luhur.


Hal ini seperti ditegaskan Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, Jumat (15/07/2022).


Marhaen berharap melalui Gembyangan Waranggono kelestarian tayub dapat tetap terjaga dan dijaga kelestariannya. Seni tayub dapat tetap lestari dari generasi ke generasi. Sehingga tayub tidak hanya dikenal di Nganjuk, dan Jawa Timur, tetapi bisa sampai Nasional hingga Internasional.


Marhaen juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan prosesi gembyangan waranggono ini.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Kepada seniman, seniwati, dan para budayawan di Kabupaten Nganjuk,” kata Gunawan saat membacakan sambutan Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi pada Prosesi Wisuda Waranggono atau Gembayangan Waranggono, di Dusun Ngrajeg, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Jumat (15/07/2022).


Disampaikan Gunawan, Marhaen menyebut seni langen bekso atau tayub adalah salah satu kesenian tari yang ada di Kabupaten Nganjuk. Seni tayub merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan dan dijaga kelestariannya.


Baginya, adanya gembyangan waranggono yang menjadi ikon budaya Kabupaten Nganjuk, menurut Kang Marhaen bertujuan untuk melestarikan seni tayub dalam rangka memperkokoh kebudayaan daerah.


“Memberikan wawasan budaya kepada masyarakat, Serta untuk menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal tentang seni budaya tayub,” harapnya.


Menurut Gunawan, Marhaen mengakui seni tayub adalah potensi seni budaya yang layak untuk dipromosikan. Baik ditingkat regional, nasional bahkan internasional.


“Reog Ponorogo merupakan aset nasional yang sudah menginternasional. Begitupun dengan seni tayub harapannya. Dengan semangat kita bersama tayub tidak hanya di kenal di nganjuk dan jawa timur, tetapi bisa nasional dan menginternasional,” ucapnya.


Untuk diketahui, prosesi wisuda waranggono tahun ini diikuti oleh 10 orang waranggana dengan menggunakan pakaian adat jawa berwarna kuning. Upacara atau prosesi ini berlangsung rutin setiap tahunnya, tepatnya pada setiap Jumat Pahing Bulan Besar, mengambil tempat di punden Mbah Ageng di Dusun Ngrajek Desa Sambirejo. Tahun depan, kegiatan serupa diharap juga tetap bisa dilaksanakan sesuai harapan.


Editor:

Pemerintahan Terbaru