Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ansor Kabupaten Malang Ajak Ormas Tolak Keberadaan KAMI

Ansor Kabupaten Malang Ajak Ormas Tolak Keberadaan KAMI
Ketua PC GP Ansor kabupaten Malang bersama Kasatkorcab usai menerima kunjungan Kapolres bersama tim. (Foto: NOJ/Imam Kusnin A)
Ketua PC GP Ansor kabupaten Malang bersama Kasatkorcab usai menerima kunjungan Kapolres bersama tim. (Foto: NOJ/Imam Kusnin A)

Malang, NU Online Jatim

Saat ini, seluruh elemen bangsa hendaknya saling bersinergi demi menyelesaikan problem yang dihadapi. Kalau semua dalam satu barisan, maka seberat apa pun masalah yang tengah dihadapi akan mudah ditemukan solusinya.

 

Pada saat yang sama, hendaknya segala hal yang akan mempersulit dalam upaya menuju perbaikan bangsa harus dicegah. Justru pada kondisi seperti ini seluruh elemen bangsa harus bersinergi.

 

Karena itu, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang akan menolak keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI.  

 

“Rencananya kami akan melakukan deklarasi bersama Ormas lain untuk menolak KAMI di Kabupaten Malang,” kata Ketua Pimpinanan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad, Selasa (8/9/2020).

 

Husnul, panggilan akrabnya menyampaikan hal ini usai menerima kunjungan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar di kantor Ansor setempat, Jalan Raya Pakisaji.

 

Permintaan Kapolres

Kapolres juga meminta kepada keluarga besar GP Ansor Kabupaten Malang untuk terus berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas.  

 

Dirinya mengaku, selama ini GP Ansor telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk membantu Polri dan TNI menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Malang.  

 

“Contohnya saat kami harus dihadapkan dalam kondisi adanya seorang kiai dan putrinya yang meninggal dunia gegara Covid-19,” katanya.  

 

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan berbagai pesan kepada keluarga besar Ansor dan Banser di Kabupaten Malang. Pesan tersebut di antaranya meminta Ansor untuk terus terlibat memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terhadap upaya penanganan dan pencegahan Covid-19.  

 

“Caranya adalah dengan menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terutama kewajiban bermasker saat di luar rumah,” pesannya.  

 

Pesan kedua, Kapolres mengajak Ansor dan Banser untuk tetap menjaga kondusivitas Kabupaten Malang. Karena mulai pertengahan September 2020 akan memulai tahapan pemilihan kepala daerah atau Pilkada yaitu kampanye.  

 

“Menjadi tugas kita bersama untuk memastikan bahwa tahapan-tahapan Pilkada berjalan aman, dan tidak ada kecurangan,” ungkapnya.  

 

Pilkada, menurut Hendri adalah sebuah pesta demokrasi dengan berbagai dinamika yang ada. Hajatan tersebut membutuhkan kedewasaan masyarakat untuk berpolitik tanpa menimbulkan konflik.  

 

“Hal inilah yang harus dijadikan sebagai tugas besar dan mulia bagi Polri,TNI dan ormas khususnya Ansor dan Banser untuk menjaga dan memastikan bahwa Pilkada Kabupaten Malang berjalan dengan lancar dan aman,” pintanya.  

 

Husnul Hakim Syadad mengatakan selama ini Ansor dan Banser Malang selalu bersinergi dengan Polres Malang dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.  

 

Dikatakan, saat ini sudah memiliki kepengurusan 33 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor dan Banser se-Kabupaten Malang dengan jumlah anggota keseluruhan sekitar 3.200 orang.  

 

“Dalam menambah sumber daya manusia, anggota Banser telah melaksanakan Diklatsar yang baru kami gelar di Kecamatan Jabung,” kata Ihsanudin, Kasatkorcab Banser Kabupaten Malang saat mendampingi ketua.  

 

Editor: Ayun

PWNU Jatim