Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Keliling 21 Kecamatan Selama 9 Hari, Kirab Pager Bumi Ponorogo Resmi Ditutup

Keliling 21 Kecamatan Selama 9 Hari, Kirab Pager Bumi Ponorogo Resmi Ditutup
Penyerahan Pataka NU, tanda berakhirnya Kirab 100 ribu doa pager bumi KH Hasyim Asy'ari di Ponorogo. (Foto: NOJ/ Yoga).
Penyerahan Pataka NU, tanda berakhirnya Kirab 100 ribu doa pager bumi KH Hasyim Asy'ari di Ponorogo. (Foto: NOJ/ Yoga).

Ponorogo, NU Online Jatim

Bertepatan dengan puncak Hari Santri, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ponorogo telah menuntaskan kegiatan Kirab 100 Ribu Doa Pager Bumi KH Hasyim Asy'ari, Pataka Nahdlatul Ulama (NU) dan Pusaka Tegalsari, Kamis (22/10/2020). Itu artinya kegiatan kirab sudah mengelilingi 21 Kecamatan di Kabupaten Ponorogo.

 

Kegiatan ini merupakan upaya Ansor dan Banser memagari Ponorogo agar terbebas dari  Pandemi Covid-19, serta tolak balak berbagai wabah penyakit dan musibah.

 

Dalam pelaksanaannya, pasukan kirab tak peduli jalan terjal, hujan dan panas. Mereka konsisten dalam mengemban amanah kirab hingga titik akhir yakni Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo. Yang selanjutnya Pataka NU dan Pusaka Tegalsari diserahkan kepada Mohammad Sholihan, Rais Syuriyah NU Ponorogo di Pondok Pesantren Nurul Qur'an Pakunden.

 

Dalam acara penutupan kirab sekaligus apel Hari Santri 2020 di lapangan Pakunden itu berjalan dengan khidmat dan lancar.

 

Inspektur upacara apel Hari Santri, Syamsul Ma'arif yang juga Ketua PC GP ANSOR Ponorogo mengatakan, kader Ansor sejatinya lahir batin dibentuk adalah sebagai santrinya para kiai NU. Selain itu, memiliki tugas sebagai kader Bangsa.

 

"Menjadi kader bangsa adalah perintah para kiai. Seperti perintah KH Hasyim Asy'ari, yakni Hubul Wathon Minal Iman, mencintai Negara adalah sebagian dari iman kita dan mencintai Ponorogo adalah sebagian dari iman," katanya.

 

Lebih lanjut, Gus Syamsul menjelaskan, itulah yang mendasari mengapa diadakannya kirab yang berlangsung selama 9 hari tanpa jeda di 21 Kecamatan tersebut. "Maka dengan berakhirnnya estafet-estafet perjalanan, kita akan persembahkan perjalan kita ini, dengan niat menjalankan perintah para kiai, dengan perintah bertawasul kepada muassis NU," paparnya.

 

 

Sementara di podium yang sama, KH Mohammad Sholikan, Rois Syuriah PCNU Ponorogo menambahkan, Ansor dan Banser sebagai santri pengawal dan benteng ulama NU telah menunjukan ketangguhan fisik dan mental dalam kirab 100 Ribu Doa Pager Bumi KH Hasyim Asy'ari.

 

"Saya sebagai Rais Syuriah PCNU Ponorogo, mengucapkan terima kasih kepada Ansor dan Banser yang tanpa lelah luar biasa, betul-betul menunjukan kekuatannya, kegagahannya, kewibawaannya untuk membentengi para ulama," pungkasnya.

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim