Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Ketua PCNU Sumenep: Pilkada bukan Ancaman, tapi SDA jangan Sampai Diambil Asing

Ketua PCNU Sumenep: Pilkada bukan Ancaman, tapi SDA jangan Sampai Diambil Asing
KH. A. Panji Taufiq saat menyampaikan sambutan di acara Konferensi Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep ke-9 di Pondok Pesantren Assadad Ambunten dengan tema 'Menyatukan Jamaah untuk Harakah An-Nahdliyah', Sabtu (24/10/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).
KH. A. Panji Taufiq saat menyampaikan sambutan di acara Konferensi Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep ke-9 di Pondok Pesantren Assadad Ambunten dengan tema 'Menyatukan Jamaah untuk Harakah An-Nahdliyah', Sabtu (24/10/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang dari dulu hingga sekarang menjadi payung warga dalam kehidupan sosial. Berbagai elemen bersatu padu di dalamnya demi li i'lai kalimatillah.

 

Penegasan ini disampaikan oleh KH. A. Panji Taufiq saat menyampaikan sambutan di acara Konferensi Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep ke-9 di Pondok Pesantren Assadad Ambunten dengan tema 'Menyatukan Jamaah untuk Harakah An-Nahdliyah', Sabtu (24/10/2020).

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut mengajak kepada para habaib dan putra-putri kiai ke struktur kepengurusan NU, baik di tingkat PWNU, PCNU, MWCNU, PRNU, hingga Badan Otonom NU. "NU tidak pernah anti habaib karena NU dari dulu menghormati dzurriyah Nabi," terangnya.

 

Hal itu sengaja disampaikan Kiai Pandji supaya para habaib dan gus tidak sungkan-sungkan bergabung dalam jajaran pengurus struktur NU dengan ilmunya masing-masing.

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut menegaskan bahwa keberadaan habaib dan gus akan menjadikan struktural dan kultur NU semakin kuat di Sumenep. “Alhamdulillah, ternyata para habaib dan lora menunjukkan dirinya bisa join di struktural Ansor pada hari ini, mulai di tingkat PW hingga PC," ungkapnya.

 


 

Pilkada Bukan Ancaman

Pada saat yang sama, Kiai Panji mengajak untuk tidak menjadikan Pilkada sebagai peretak ukhuwah an-Nahdliyah. Menurut pandangannya, apabila terjadi perpecahan jangan sampai melukai kohesifitas sosial sebagai warga NU. Boleh berbeda pilihan tapi keretakan tersebut jangan sampai terjadi dalam tubuh struktur dan kultur.

 

"Sebenarnya ancaman terbesar Sumenep bukan Pilkada tapi Sumber Daya Alam (SDA). Ingat, jangan sampai dirampas oleh orang asing. Jika warga NU tidak bersatu maka akan dicabik-cabik oleh oknum berkepentingan walaupun NU warga mayoritas,” ungkapnya.

 

Yang diharapkan nahdliyin adalah SDM dan SDA bisa ditunjukan pada khalayak bahwa Kabupaten Sumenep adalah kota yang maju dan kaya dengan peradaban kepesantrenan.

 

"NU masa depan adalah NU masa kini," pungkasnya.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah