Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Komisi E DPRD Jatim Dukung Pembelajaran Tatap Muka untuk SMA dan SMK

Komisi E DPRD Jatim Dukung Pembelajaran Tatap Muka untuk SMA dan SMK
Hikmah Bafaqih, anggota Komisi E DPRD Jatim. (Foto: NOJ/sn)
Hikmah Bafaqih, anggota Komisi E DPRD Jatim. (Foto: NOJ/sn)

Surabaya, NU Online Jatim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim mewacanakan dibukanya kembali sekolah tatap muka pada awal tahun 2021 mendatang. 

 

Rencana tersebut mendapat respons dari berbagai pihak. Hikmah Bafaqih, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur berpendapat, bahwa wacana ini bisa diterapkan untuk siswa SMA/SMK yang di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

 

“Untuk tingkat SMA/SMK yang kewenangannya berada di Pemprov Jatim, menurut Komisi E sudah cukup siap untuk masuk. Tentunya dengan beberapa alasan,” katanya, Rabu (02/12/2020).

 

Menurutnya, jika siswa SMA/SMK terlalu lama tidak melakukan pembelajaran tatap muka, dikhawatirkan banyak menggunakan waktu di luar rumah sehingga tidak produktif dan lepas dari pantauan orang tua.

 

“Selain itu kami juga melihat pemenuhan standar kompetensi mereka yang hendak meneruskan ke jenjang perguruan tinggi, kata mantan Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jatim ini. 

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk siswa SMK akan kesulitan untuk meningkatkan hard skillnya. Apalagi fase remaja akhir menuju dewasa merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua.

 

Sementara itu, jenjang pendidikan di bawah SMA/SMK belum disarankan untuk menggelar kembali sekolah tatap muka. 

 

“Saat ini kami masih fokus untuk SMA/SMK,” terang dia.

 

Sementara SD/PAUD menyarankan pemerintah kabupaten/kota untuk tidak dulu, karena mereka belum bisa bertanggung jawab untuk dapat menerapkan protokol kesehatan, lanjutnya.

 

Politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini menjelaskan, bahwa ada beberapa poin yang menjadi standar bagi sekolah untuk bisa membuka pembelajaran tatap muka.

 

“Pertama, kami sarankan siswa yang masuk bisa dibagi dalam beberapa gelombang. Harapannya, sekolah dapat menerapkan social distancing,” ungkapnya. 

 

Sedangkan kedua, adanya ketersediaan masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan pengukur suhu. Dan ketiga, sekolah harus mempunyai ruangan khusus sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal yang mendesak.

 

Di akhir penjelasan, Hikmah mengungkapkan bahwa Komisi E DPRD Jawa Timur sudah melakukan survei ke beberapa sekolah.

 

“Komisi E sudah berkunjung ke beberapa sekolah untuk mengambil sampling,” pungkasnya.

 

 

Editor: Syaifullah

Bank Jatim (31/7)