Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ngobrol Filantropi LAZISNU Nganjuk Tekankan Pengelolaan dan Transparansi

Ngobrol Filantropi LAZISNU Nganjuk Tekankan Pengelolaan dan Transparansi
Peserta Ngobrol Filantropi NU Care-LAZISNU Nganjuk. (Hoto: NOJ/AH)
Peserta Ngobrol Filantropi NU Care-LAZISNU Nganjuk. (Hoto: NOJ/AH)

Nganjuk, NU Online Jatim

Pagi menjelang siang pada Ahad (10/1/2021), suasana serius menyelimuti salah satu rumah di Desa Sidorejo, Sawahan, Nganjuk. Di rumah yang terletak di kawasan pegunungan itu, ada sekitar 50 orang pria dan wanita duduk berjejer di lesehan dengan suguhan buah durian di depannya. Sementara, seorang pria menerangkan cara efektif manajerial gerakan infak. Semua terlihat khusyuk mendengarkan paparan itu.

 

Begitulah salah satu kegiatan dari Pimpinan Cabang (PC) NU Care-Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Nganjuk. Kegiatan kali ini dinamakan Ngobrol Phliantropi (Ngopi) bertempat di rumah Ketua NU Care-LAZISNU Kecamatan Sawahan, H Sulis dan diikuti oleh perwakilan pengurus Unit Pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) se-Kabupaten Nganjuk.

 

Direktur NU Care-LAZISNU Nganjuk, H Subhan Aburizal, menyampaikan jika LAZISNU adalah menteri keuangan di organisasi NU. Maka dari itu harus menciptakan kemandirian secara menyeluruh untuk menghadapi tantangan organisasi kedepan.

 

“Untuk mewujudkan kemandirian tak hanya soal bagaimana menggerakkan potensi keuangan, tapi juga soal pengelolaan yang transparan baik pendapatan maupun pembelanjaanya, dan pengelolaan data potensi. Ini modal kepercayaan kepada umat,” katanya.

 

Dirinya menambahkan, bahwa pengurus di masing-masing kecamatan bisa bekerja sama dengan camat setempat mengenai data penduduk agar bisa bersinergi secara baik.

 

“Pengurus juga perlu menggandeng pemerintah di masing-masing tingkatan agar sinergi filantropi ini dapat berjalan baik,” tambahnya.

 

Sementara itu, Sekretaris NU Care-LAZISNU Kabupaten Nganjuk, Moch Masyhuri, mengatakan Koin NU Peduli harus didasari sebagai upaya dan semangat bersama jamaah NU, dari ranting hingga cabang.

 

“Koin kemandirian harus mampu memberi manfaat untuk semua umat manusia. Bentuknya bisa di bidang kesehatan, pendidikan dan keterbukaan lapangan kerja serta kewirausahaan baru,” terangnya.

 

 

Penulis: Hafidz Yusuf

​​​​​​​Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim