Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Pelantikan MWCNU Saronggi, Rais Syuriyah PCNU Sumenep Ingatkan Suksesi Konfercab

Pelantikan MWCNU Saronggi, Rais Syuriyah PCNU Sumenep Ingatkan Suksesi Konfercab
Prosesi pelantikan Pengurus MWCNU Saronggi, Kabupaten Sumenep, Ahad (13/ 09). (Foto : NOJ/ Habiburrahman).
Prosesi pelantikan Pengurus MWCNU Saronggi, Kabupaten Sumenep, Ahad (13/ 09). (Foto : NOJ/ Habiburrahman).

Sumenep, NU Online Jatim

Kepengurusan baru diharapkan dapat membawa spirit baru atas suatu organisasi. Karena memang itulah tujuan awal dibentuknya pengurus baru. Selain itu agar pengurus baru dapat mengatasi persoalan-persoalan kekinian yang semakin berkembang.

 

Penegasan ini disampaikan KH Taufiqurrahman FM saat pelantikan Pengurus MWCNU Saronggi masa khidmat 2020-2025, Ahad (13/ 09). Dalam acara yang digelar di Masjid Nurul Hidayah, Desa Aengtongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep tersebut juga dilaksanakan santunan anak yatim.

 

Rais Syuriyah PCNU Sumenep ini menambahkan, apabila semakin banyak pengabdian terhadap NU, maka Insya Allah semakin banyak peluang untuk memperoleh barokah dari muassis Nahdlatul Ulama (NU).

 

KH Taufiqurrahman juga menguti penegasan KH. Ridhwan Abdullah, sang pencipta lambang NU, bahwa jangan pernah takut tidak makan karena mengabdi dan berkhidmat di NU.

 

"Kiai Ridhwan berdawuh, jika ia masih hidup, maka tagihlah kepadanya. Dan apabila ia telah meninggal, maka tagihlah ke maqbarahnya," jelasnya.

 

Pengasuh Pesantren Mathlabul Ulum Lenteng ini juga berharap, Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep yang akan segera dilaksanakan dapat berjalan dengan sukses. Makna sukses tersebut terkait pelaksanaan, dan calon yang terpilih dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya, sesuai  dengan yang telah diamanatkan dalam AD/ART NU.

 

Dikatakan pula, mendekati Pilkada di Sumenep, sebaiknya seluruh nahdliyin berpolitik dengan baik. Yakni berdemokrasi secara An-Nahdliyah ala NU, yaitu berpolitik dengan santun dan menghargai perbedaan. Serta tawassuth tidak saling menjelekkan dan memfitnah satu sama lain, dengan mengedepankan akhlak kesantrian.

 

"Karena warga nahdliyin mayoritas kalangan pesantren dan santri," pungkasnya.

 

Pengurus MWC NU Saronggi tersebut dibaiat oleh KH. Hafidi Syarbini, Wakil Rais Syuriyah PCNU Sumenep yang menetapkan Drs. KH. Mahfudz Rohman sebagai Rais dan  KH. Abd. Shofi Bahar sebagai Katib. Sedangkan di jajaran tanfidziyah dipimpin oleh K. Rifa'ie, dengan sekretaris Ustadz Rusmaidi. Hal ini termaktub dalam SK bernomor 572/PC/A.II/PC-37/IX/2020.

 

Sementara itu, Kiai Rifa'ie sesaat setelah pelantikan mengatakan, dirinya akan berupaya menjalankan amanah ini sebaik-baiknya. Serta senantiasa melaksanakan tugas-tugas kepengurusan dengan berpedoman kepada AD/ART dan petunjuk-petunjuk PCNU Sumenep.

 

"Saya berharap, semua pengurus yang baru saja dilantik dapat satu visi dengannya dalam berkhidmat di NU," ungkapnya kepada NU Onlien Jatim.

 

Acara ini dipungkasi dengan santunan kepada 25 anak yatim dari berbagai desa di kecamatan Saronggi.

 

Editor : Romza

Iklan Hari Santri