Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Rawan Akidah, LAZISNU Jatim Bantu Perekonomian Masyarakat Desa

Rawan Akidah, LAZISNU Jatim Bantu Perekonomian Masyarakat Desa
Penyerahan bantuan modal usaha oleh Moch Rofi'i Boenawi Sekretaris NU Care LAZISNU Jatim (foto: NOJ)
Penyerahan bantuan modal usaha oleh Moch Rofi'i Boenawi Sekretaris NU Care LAZISNU Jatim (foto: NOJ)

Magetan, NU Online Jatim

Magetan secara teretorial berada di ujung barat Jawa Timur. Masyarakat Desa Patihan Kecamatan Karangrejo menjadi pilihan lokasi program Bina Desa Nusantara NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur. 

 

Pemilihan lokasi ini ada beberapa pertimbangan, pertama desa pelatihan ini secara kelembagaan LAZISNU cukup lumayan berjalan. “Dengan adanya Bina Desa Nusantara dari LAZISNU Jawa Timur ini, kami berharap bisa memberi motivasi kepada sahabat peduli untuk terus bergerak,” kata Agus Maftuh Ketua NU Care-LAZISNU Kab Magetan, Ahad (04/04/2021).

 

Selain itu Maftuh mengatakan di desa ini sangat mudah diserang oleh paham atau kelompok radikalis atau jihadis. “Mereka selalu menggunakan media perekonomian masyarakat. Masyarakat yang ekonominya lemas mudah terpengaruh oleh kelompok semacam ini,” terangnya.

 

Alumnus Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang ini melanjutkan, dengan adanya program Bina Desa Nusantara ini berharap besar perekonomian masyarakat desa bisa terjamin, sehingga kebal akan serangan akidah. “Inilah salah satu alasan bina desa didistribusikan di desa ini,” tegas Maftuh. 

 

Moch Rofi’i Boenawi Sekretaris NU Care-LAZISNU Jatim mendukung apa yang disampaikan Agus Maftuh, ini bagian dari upaya bersama untuk mengangkat perekonomian masyarakat desa. “Dengan adanya program ini, kami berharap kepada LAZISNU di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa turut mengawal dan memberikan pembinaan kepada para mustahik,” tegasnya.

 

Tidak hanya itu, diharapkan para mustahik ini bisa menjadi muzakki setelah menerima bantuan ini. Alumnus Pesantren Al Khoziny Sidoarjo ini menegaskan bahwa program Bina Desa Nusantara ini, pendanaannya diambil dari dana zakat yang sudah terkumpul di LAZISNU Jatim. 

 

“Program ini bisa dinamakan pemberdayaan perekonomian masyarakat desa dengan zakat produktif. Dana zakat yang tidak hanya diberikan secara konsumtif seperti memberikan sembako yang hanya satu bulan habis,” pungkasnya. 


Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim