Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sowan ke PCNU, Gus Yani Bupati Gresik: Saya Manut Kiai

Sowan ke PCNU, Gus Yani Bupati Gresik: Saya Manut Kiai
Bupati Gresik Fandi Yani saat menerima Kartanu dari PCNU Gresik. (Foto: NOJ/SH)
Bupati Gresik Fandi Yani saat menerima Kartanu dari PCNU Gresik. (Foto: NOJ/SH)

Gresik, NU Online Jatim

Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang baru, Fandi Yani-Aminatun Habibah, berkunjung ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat di Aula Aswaja Center Gedung PCNU, Rabu (17/03/2021).

 

Di hadapan para kiai dan pengurus NU, Gus Yani—sapaan akrab Fandi Yani, mengatakan bahwa dalam memimpin Kabupaten Gresik ia akan selalu meminta nasihat dari para kiai dan ulama.

 

“Ada gagasan ‘APBD Manut Kiai’ yang itu perlu diimplementasikan agar tidak salah langkah dalam upaya alokasi anggaran," kata Gus Yani.

 

Ia mengaku bersyukur bisa silaturrahim dengan PCNU dan sowan kepada para kiai dan ulama NU di Gresik. Ia mengaku berdosa jika di awal memimpin Gresik tidak sowan terlebih dahulu kepada para tokoh NU.

 

"Saya merasa berdosa bila tidak menyempatkan sowan kepada para Kiai NU di sini", tandas Gus Yani.

 

Dalam kesempatan itu, Gus Yani dan Aminatun diberi cetak Kartu Tanda NU atau Kartanu oleh pengurus NU Gresik setelah mendaftar secara online. Pemberian Kartanu itu disaksikan oleh pengurus, kiai, dan warga NU yang hadir.

 

Ketua Tanfidziyah NU Gresik KH Moh Chusnan Ali menyampaikan syukur dan terima kasih kepada Bupati-Wakil Bupati Gresik yang bersilaturrahim ke PCNU. Menurutnya, itu langkah awal yang baik untuk sinergi ulama dan umara ke depan.

 

"Bersyukur atas kedatangan Bupati dan Wakil Bupati untuk membangun sinergitas dengan NU. Semoga Pemerintah Kabupaten Gresik yang dikomando oleh Gus Yani dapat membangun komunikasi dengan PCNU dalam rangka sinergitas untuk program-program menuju Gresik baru,” kata Kiai Chusnan.

 

Editor: Nur Faishal

Bank Jatim (31/7)