Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Unisma Buka Peluang Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Prancis

Unisma Buka Peluang Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Prancis
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris Prancis, Prof Warsito. (Foto: NOJ/humas)
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris Prancis, Prof Warsito. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Universitas Islam Malang (Unisma) terus mematangkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kali ini Unisma mengembangkan international networknya ke Prancis, Rabu (17/02/2020).

 

Dalam pertemuan secara virtual dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Perancis tersebut, Unisma menyampaikan gagasannya untuk melebarkan sayap kerja sama dengan Prancis. Baik kerja sama dengan perguruan tinggi maupun industri-industri yang ada di sana. Program itu sebagai upaya Unisma dalam mengimplementasikan MBKM, sesuai program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

 

Rektor Unisma, Prof Maskuri mengatakan kerja sama dengan luar negeri merupakan keniscayaan bagi Unisma yang bertekad menjadi kampus kelas dunia.

 

“Kerja sama itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perkembangan Unisma,” katanya.

 
Prof Maskuri berharap kerja sama dengan Prancis dapat memperkuat relasi Unisma di luar negeri. Ada beberapa program yang ditawarkan untuk membangun kerja sama itu. Salah satunya pertukaran mahasiswa (student exchange).

 

Untuk program ini Unisma siap memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari Paris. Demikian juga sebaliknya. Ada kesempatan dan peluang bagi mahasiswa Unisma untuk belajar di Paris.

 

Dan saat ini Prof Maskuri menuturkan ada 30 mahasiswa dari Rusia yang belajar di Unisma secara daring. Mereka belajar selama satu semester. Termasuk juga mahasiswa dari Thailand, Jepang, Uzbekistan dan beberapa negara lainnya . “Mereka (mahasiswa) bisa saling belajar budaya dan bahasa dari masing-masing negara. Bahkan program studi yang diminati. Ini bagian dari tujuan Merdeka Belajar,” tuturnya.

 

Ada juga program pertukaran dosen (lecture exchange). Masa pandemi Covid-19 merupakan kesempatan yang bagus untuk saling bertukar dosen. Para dosen bisa mengajar secara daring di lintas negara sekalipun.

 

Lebih lanjut Rektor Unisma menjelaskan, semua upaya itu merupakan program-program strategis Unisma dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

 

“Kami ingin bersama-sama membangun SDM dan kapasitas keilmuan. Baik di bidang pendidikan, lingkungan, ekonomi, kesehatan, budaya, bahasa, sains, matematika, teknik dan lain-lain,” paparnya.

 

Hingga saat ini, Unisma telah membangun kerja sama dengan 34 negara. Baik dari Eropa, Asia dan Timur Tengah. Dan ada 220 mahasiswa yang kini tengah menempuh kuliah di kampus kebanggan Nahdlatul Ulama ini.


Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Perancis, yang dalam hal ini diwakili oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris Prancis, Prof Warsito menyambut dengan sangat baik gagasan Unisma. Dengan tegas Warsito mengungkapkan suka citanya bisa menerima Unisma untuk menjalin kerja sama.

 

“Kami sangat mendukung perguruan tinggi Indonesia yang ingin kerjasama dengan Prancis. Khususnya bagi Unisma. Kami tidak akan membeda-bedakan kampus negeri maupun swasta,” terangnya.

 

Baginya Kota Malang bukan kota yang asing. Ia sempat menempuh kuliah S1 di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Kota Malang.

 

“Jika saya pulang kampung dan sempat ke Malang, saya akan mampir dan memberikan kuliah umum di Unisma,” ungkapnya.

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim