• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Rehat

Kisah Unik Kiai Ma’ruf Khozin yang Miliki Banyak Anak

Kisah Unik Kiai Ma’ruf Khozin yang Miliki Banyak Anak
KH Ma'ruf Khozin bersama istri dan anak-anak membeli gawai. (Foto: NOJ/ISt)
KH Ma'ruf Khozin bersama istri dan anak-anak membeli gawai. (Foto: NOJ/ISt)

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin memiliki kisah yang cukup unik. Hal tersebut dialami saat awal menikah hingga memiliki sejumlah anak.


“Setelah punya anak 2, istri saya sudah pakai KB (Keluarga Berencana). Tapi bagaimana lagi, tiba-tiba kesundulan, istri sedang memberi ASI tapi ada janin di dalamnya. Sejak saat itu tidak sengaja lagi hamil dan hamil sampai 5 kali,” kata dia di akun Facebooknya, Ahad (27/03/2022).


Namun demikian, alumnus Pesantren Ploso, Kediri tersebut menyampaikan bahwa dalam sabdanya, Nabi Muhammad SAW menegaskan sebaik-baik perempuan adalah yang memiliki banyak anak. 


“Istilahnya manakan, tapi tentu lebih baik lagi suami yang jalukan,” ungkap kiai yang kaya humor ini.


Dikemukakan bahwa kehadiran anak-anak selalu membawa rezekinya masing-masing. Hal tersebut dengan meyakini firman Allah: 


نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ


Artinya: Kamilah yang akan memberi rezeki kepada anak-anakmu dan juga kepadamu. (Al-'Isrā': 31).


Kisah Pilu
“Saya ingat betul saat kelahiran anak pertama sama sekali tidak punya uang. Hingga di bidan dan istri melahirkan juga belum punya uang,” kisahnya. 


Karena itu dia pun bertekad siap bekerja di bidan itu selama sebulan jika tidak bisa membayar. Bersyukur, kala itu ternyata ibu mertuanya mendapat arisan dan cukup untuk biaya persalinan.


“15 tahun berikutnya, ketiga anak saya harus mondok bersamaan. Lagi-lagi uang belum ada,” terang dia. 


Akan tetapi, dirinya bersikukuh percaya dengan dawuh kiai yang mengutip dari hadits: 


ﻣﻦ ﻃﻠﺐ اﻟﻌﻠﻢ ﺗﻜﻔﻞ اﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺑﺮﺯﻗﻪ (ﺧﻂ) ﻋﻦ ﺯﻳﺎﺩ ﺑﻦ اﻟﺤﺎﺭﺙ اﻟﺼﺪاﺋﻲ.


Artinya: Barang siapa mencari ilmu maka Allah menanggung rezekinya. (HR Khatib al-Baghdadi, dikutip oleh Al-Hafidz As-Suyuthi dalam Al-Jami' Ash-Shaghir).


“Ndilalah, 2 hari sebelumnya ada seminar mendadak dan dari 2 pemateri yang datang cuma saya sekaligus diminta merangkap pemateri lain. Alhamdulillah amplopnya diberi utuh dan cukup untuk memondokkan 3 anak,” sergahnya.


Dan saat ini yakni kala liburan jelang Ramadhan, semua anaknya pulang dan minta dibelikan gawai bekas. 


“Alhamdulillah terus pokoknya. Nanti bulan Syawal banyak lagi hape nganggur, tapi selalu minta dibawa saat sambangan di pondok,” selorohnya.


Di ujung kisahnya, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur ini memberikan penegasan. “Benar kata pepatah bahwa banyak anak, banyak rezeki. Banyak istri, banyak yang iri,” tutup dia.


Rehat Terbaru