• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Nusiana

Cerita Kiai Ma'ruf Khozin Menolak Jadi Foto Model

Cerita Kiai Ma'ruf Khozin Menolak Jadi Foto Model
KH Ma'ruf Khozin menolak menjadi foto model. (Foto: NOJ/ISt)
KH Ma'ruf Khozin menolak menjadi foto model. (Foto: NOJ/ISt)

Lumajang, NU Online Jatim
Siapa yang tidak kenal Kiai Ma'ruf Khozin, apalagi di lingkungan NU Jawa Timur.Sosok kiai muda ini sering menjadi referensi setiap permasalahan fiqih, lebih-lebih mengenai amaliah warga yang sering diserang habis-habisan oleh kelompok sebelah.
 

Di balik sosok lugas dan tegasnya, Kiai Ma'ruf Khozin juga kaya humor.  Hampir di setiap penyampaian materi, ada saja hal-hal yang membuat gelak tawa jamaah. Selera humor kiai satu ini sangat tinggi, namun masih penuh makna yang bisa diambil hikmahnya.
 

Termasuk saat menjadi narasumber seminar yang diadakan alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Lumajang pada Jumat (21/01/2022).
 

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jatim ini mengaku pernah ditawari menjadi foto model. Tapi bukan untuk produk komersil, tapi sampul buku. Bukannya menerima, justru alumnus Pesantren Ploso Kediri tersebut menolak mentah-mentah.
 

"Saya tolak pak, karena foto modelnya foto model sampul buku Surat Yasin," ucapnya dengan dialog Madura.
 

Tak pelak jamaah langsung dibuat tertawa. Karena sudah menjadi hal biasa di kalangan Nahdliyin yang terbiasa yasinan dan tahlilan.
 

"sampean percaya atau tidak, di Surabaya itu pernah ada seseorang ingin mencalonkan diri sebagai dewan. Dia kampanye memakai buku surat Yasin yang dikasih foto dirinya, akhirnya disebarkan," cerita Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim tersebut.
 

Termasuk dari sasaran kampanye calon dewan ini adalah jamaah ibu Muslimat NU Surabaya. Singkat cerita surat Yasin yang terpampang foto orang ini tersebar di sana.
 

"Lah ibu-ibu Muslimat NU saat menerima ini jadi bingung, masak calon anggota dewan sudah mati. Lah wong tadi masih ada, padahal yang ngasihkan saat itu ya orangnya sendiri," kelakar Kiai Ma'ruf Khozin.
 

Kiai Kelahiran Malang ini berpesan, jika kampanye harus melihat situasi dan kondisi. Inginnya jadi malah dikira mati.
 

"Makanya kalau kampanye jangan pakai buku Yasin pak, nanti didoakan allahummaghfirlahu sampean," pungkasnya disambut gelak tawa peserta seminar.

 

Fahimtum? Fahimna. Barcelontum? Barcelona!


Editor:

Nusiana Terbaru