• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 8 Februari 2023

Rehat

Proses Terjadinya Gerhana Bulan dan Mitos yang Mengiringi

Proses Terjadinya Gerhana Bulan dan Mitos yang Mengiringi
Umat Islam hendaknya mengetahui mengapa sampai terjadi gerhana bulan dan apa saja pesan yang dapat diambil dari fenomena tersebut. (Foto: NOJ/MKe)
Umat Islam hendaknya mengetahui mengapa sampai terjadi gerhana bulan dan apa saja pesan yang dapat diambil dari fenomena tersebut. (Foto: NOJ/MKe)

Bila sesuai presiksi, maka pada Selasa (08/11/2022) akan terjadi gerhana bulan total. Hal ini juga telah diingatkan oleh Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Falakiyat Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur lewat edaran yang disampaikan.


Namun yang juga perlu mendapat perhatian adalah bagaimana proses terjadinya gerhana bulan? Hal ini penting agar umat Islam memiliki gambaran yang lebih utuh terkait fenomena alam tersebut sembari terus menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.


Yang perlu dikatahui adalah orbit bulan terlebih dahulu. Bahwa bulan bergerak dalam orbit yang mengelilingi bumi. Pada saat yang sama, bumi mengorbit matahari. Terkadang bumi bergerak di antara matahari dan bulan. Ketika ini terjadi, bumi menghalangi sinar matahari yang biasanya dipantulkan oleh bulan (sinar matahari inilah yang menyebabkan bulan bersinar.) Alih-alih cahaya mengenai permukaan bulan, bayangan bumi jatuh di bulan. Akibatnya, terjadilah gerhana bulan. 


Gerhana bulan dapat dilihat dari bumi pada malam hari. Gerhana bulan juga terbagi menjadi dua, yakni gerhana bulan total dan sebagian. Dan beruntung bahwa pada Selasa (08/11/2022) mendatang adalah gerhana bulan total.


Gerhana bulan total terjadi ketika bulan dan matahari berada di sisi yang berlawanan dari bumi. Meskipun bulan berada dalam bayang-bayang bumi, sebagian sinar matahari mencapai bulan. Sinar matahari melewati atmosfer bumi, yang menyaring sebagian besar cahaya biru. Hal ini membuat Bulan tampak merah bagi orang-orang di bumi.


Sementara itu, gerhana bulan sebagian terjadi ketika sebagian bulan memasuki bayangan bumi. Pada gerhana sebagian, bayangan bumi tampak sangat gelap di sisi bulan yang menghadap bumi. Apa yang dilihat orang dari bumi selama gerhana bulan sebagian bergantung pada bagaimana posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar.


Mitos saat Gerhana Bulan
Namun demikian, di sebagian masyarakat berlaku sejumlah mitos. Hal tersebut bukan untuk diyakini, hanya sebagai penambah cakrawala bahwa betapa suasana alam terkadang dimaknai dengan beragam asumsi yang jauh dari pesan ilmu pengetahuan. 


Bulan Dimakan Batara Kala
Mitos ini masih dipercaya oleh beberpa daerah di wilayah Jawa. Warga setempat percaya bahwa gerhana bulan adalah tanda datangnya Batara Kala. Saat bulan mulai menghilang, mereka mempercayai bahwa bulan sedang dimakan oleh Batara Kala.


Warga juga akan menabuh lumpang dengan maksud untuk mengusir Batara Kala, dan biasanya para perempuan hamil juga akan mengolesi perut mereka dengan abu sisa pembakaran dengan harapan melindungi sang bayi dari Batara Kala.


Bulan Dimakan Jaguar
Suku Inca kuno juga percaya bahwa gerhana bulan merupakan pertanda buruk yaitu saat bulan dimakan oleh Jaguar. Berdasarkan sejarah, ketakutan tersebut terjadi atas keyakinan saat bulan telah habis dimakan oleh Jaguar, maka ia akan turun ke bumi untuk memakan manusia. Oleh sebab itu, suku Inca akan membuat suara gaduh guna mengusir jaguar agar tidak turun ke bumi saat gerhana bulan terjadi.


Penampakan Ibu Bulan
Sedangkan orang-orang asli Amerika percaya bahwa gerhana bulan merupakan tanda Ibu Bulan yang menampakkan diri. Kehadiran Ibu Bulan dipercaya sebgai pembwa penerangan dan akan membersihkan jiwa, energi, emosional dan spiritual manausia khususnya bagi para perempuan di Bumi.


Demikian pengetahuan seputar gerhana bulan total Selasa mendatang. Semoga aneka fenomena alam yang terjadi semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT dan bahwa kejadian alam raya ini memiliki makna dan pesan penting bagi umat manusia.


Rehat Terbaru