• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 April 2024

Tapal Kuda

Asosiasi BMTNU Jatim: Saatnya Warga NU Tak hanya Jadi Objek

Asosiasi BMTNU Jatim: Saatnya Warga NU Tak hanya Jadi Objek
Ketua Asosiasi BMTNU Jawa Timur, Nasruddin. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Ketua Asosiasi BMTNU Jawa Timur, Nasruddin. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Ketua Asosiasi Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jawa Timur, Nasruddin menjelaskan, potensi yang dimiliki NU sangatlah besar. Dengan jumlah warga yang mencapai 100 juta jiwa lebih, seharusnya warga NU tidak hanya menjadi objek dari kelompok lain, terutama di sektor perekonomian.


“Sudah saatnya warga NU menjadi subjek,” ujarnya saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana yang diadakan BMTNU Lumajang, Sabtu (26/02/2022). Kegiatan tersebut dipusatkan di Warung Pondok Asri Sukodono, Lumajang.


Ia mengungkapkan, berdasarkan spirit bangkit untuk mengisi kekosongan itu, maka BMTNU didirikan bertujuan untuk membangkitkan ekonomi warga NU. Sedangkan di bidang kesehatan NU, secara perlahan sudah mulai mendirikan fasilitas Kesehatan, seperti klinik dan rumah sakit.


"Objek yang diperhatikan adalah orang NU, dan insyaallah di Lumajang akan segera berdiri Rumah Sakit NU. Saya sudah ketemu dengan Bupati Lumajang dan walcome sekali untuk segera merealisasikan klinik yang ada menjadi Rumah Sakit NU," ungkap pria yang juga Direktur Rumah Sakit NU di Tuban ini.


Dirinya menegaskan, potensi yang dimiliki warga NU ini sangat mudah dimanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadinya. Sehingga tidak jarang semisal ketika musim politik datang, NU dijadikan tameng untuk mendulang suara. Bahkan, nama BMTNU lain yang secara legal formal bukan milik NU juga dipromosikan untuk warga, padahal NU punya BMT sendiri.


"Banyak sekarang, tapi nggak tahu NU yang mana, apa hanya di saat memerlukan warga NU saja dijadikan objek terus mengatasnamakan NU. Makanya PWNU menginisiasi untuk mendirikan asosiasi BMTNU, bukan kita mengintervensi tapi kita menyeragamkan aturan syariahnya. Kita membuat panduan, dan yang paling penting lagi biar bukan hanya ngaku-ngaku NU saja, tapi harus ada kontribusi kepada NU," tuturnya.


Maka, ia bersama pengurus lainnya dalam waktu dekat juga akan mendirikan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) NU di Jawa Timur sebagai penopang BMTNU di beberapa daerah. “Sehingg,a eksistensi BMTNU terus terjaga dengan adanya BPRS ini,” tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru