• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Tapal Kuda

Jalan Kaki 65 KM, Napaktilasi Sowan Kiai Majid ke Kiai As’ad

Jalan Kaki 65 KM, Napaktilasi Sowan Kiai Majid ke Kiai As’ad
Peserta Perjalanan Suci dari Ranting NU Sumber Anyar dan Campoan, Mlandingan, Kabupaten Situbondo. (Foto: NOJ/Muhammad Fathurrahman Pratama)
Peserta Perjalanan Suci dari Ranting NU Sumber Anyar dan Campoan, Mlandingan, Kabupaten Situbondo. (Foto: NOJ/Muhammad Fathurrahman Pratama)

Situbondo, NU Online Jatim

Pengurus dan kader Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Sumber Anyar dan Ranting NU Campoan, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, melaksanakan kegiatana Perjalanan Suci dengan jalan kaki dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Sumber Anyar ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa pekan lalu dalam rangka memperingati Harlah ke-99 NU. Kegiatan disebut Perjalanan Suci untuk menapaktilasi kebiasaan almarhum KH Abdul Majid kala hidup sowan ke  KH As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo kala itu.


Kiai Majid sendiri adalah santri dari Kiai As’ad. Dia juga penggerak NU awal berdiri di Kecamatan Mlandingan. Karena dahulu jarang adan kendaraan bermotor, biasanya Kiai Majid berjalan kaki pulang-pergi ketika sowan ke Kiai As’ad. Padahal, jarak antara Sumber Anyar ke Sukorejo cukup jauh, sekira 65 kilometer.


"Katanya dulu memang sering almarhum Kiai Abdul Majid sowan kepada Kiai As'ad Syamsul Arifin dalam spritualnya ke Sukorejo bersama rombongannya, pulang-pergi jalan kaki. Karena dulu jarang ada mobil, tidak seperti sekarang," kata Ustadz Taufiq, Ketua Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Mlandingan kepada NU Online Jatim, Sabtu (12/03/2022).


Mukhtar, Ketua Ranting NU Campoan, menuturkan bahwa kegiatan Perjalanan Suci tersebut adalah bentuk rasa syukur kepada Allah dan terima kasih kepada para pendiri NU di Situbondo. Dengan kegiatan itu, pengurus dan kader NU ingin merasakan seperti apa perjuangan para pendiri NU dahulu, termasuk perjuangan Kiai Majid yang biasa jalan kaki sejauh 65 kilometer untuk sowan dan berkonsultasi kepada Kiai As’ad.


Dalam kegiatan tersebut, para pengurus dan kader NU Sumber Anyar dan Campoan berjalan kaki selama dua hari tiga malam. "Selain tabarrukan kepada muassis NU, kita sangat bersyukur sebagai warga Situbondo karena memiliki simbol NU dan menjadi perantara Syaikhona Kholil Bangkalan memberikan isyarah kepada KH Hasyim Asy'ari," ujarnya.


KH R Achmad Azaim Ibrohimy, Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, menceritakan bahwa Kiai Majid adalah sosok yang cepat akrab dan menyenangkan. “Tetapi tidak mengurangi takdzim beliau, rasa hormat beliau. Tidak tahu sebenarnya siapa beliau, bahkan bagi sebagian masyarakat, Kiai Abdul Majid adalah media, sarana untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ma'isyah,'' katanya.


Tapal Kuda Terbaru