• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 24 Juni 2024

Tapal Kuda

Ketua LP Ma'arif NU Pasuruan Tekankan Bijak Bermedsos

Ketua LP Ma'arif NU Pasuruan Tekankan Bijak Bermedsos
Ketua PC LP Maarif NU Kabupaten Pasuruan, Ahmad Farid saat memberikan arahan kepada Kader PKPT IPNU-IPPNU ITSNU STAIS Pasuruan, Ahad (08/01/2023). (Foto: NOJ/Mokh Faisol)
Ketua PC LP Maarif NU Kabupaten Pasuruan, Ahmad Farid saat memberikan arahan kepada Kader PKPT IPNU-IPPNU ITSNU STAIS Pasuruan, Ahad (08/01/2023). (Foto: NOJ/Mokh Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan, Ahmad Farid mengatakan, derasnya media informasi kerap kali di manfaatkan oleh kaum wahabi untuk menyebarkan ajaran wahabi kepada kaum milenial. Oleh karenanya harus lebih bijak dalam bermedia sosial.


Hal itu disampaikan saat mengisi materi ke-NU-an di Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Shalahuddin Pasuruan di Kecamatan Kejayaan, Kabupaten Pasuruan, Ahad (08/01/2023).


"Dulu wahabi berada di Mekkah, namun sekarang wahabi berada di genggaman tangan kita yakni smartphone, maka bijaklah dalam bermedsos agar tidak terpengaruh oleh ajaran wahabi,” ujarnya.


Menurutnya, kemudahan mengakses informasi dari media sosial tidak pernah lepas dari genggaman semua orang. Sehingga, tawaran kemudahan mengakses informasi melalui internet pun menjadi konsumsi harian bagi masyarakat.


"Media sosial merupakan salah satu komponen penting yang memberikan kemudahan dalam berdakwah. Memanfaatkan teknologi dengan baik harus mulai digencarkan saat ini," ungkapnya.


Lebih lanjut, Farid menjelaskan, saat ini status NU adalah badan hukum yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan dan sosial yang berpedoman Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja).


"Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, di Indonesia NU berasas Pancasila dan Undang Undang Dasar (UUD) 1945," ujarnya.


Dirinya berharap kepada kader IPNU-IPPNU untuk tetap mempertahankan kegiatan seperti ini agar mewujudkan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan umat.


Tapal Kuda Terbaru