• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 18 Juni 2024

Tapal Kuda

Kisah Kiai Hamid Pasuruan Berkurban Setiap Tahun

Kisah Kiai Hamid Pasuruan Berkurban Setiap Tahun
KH Abdul Hamid Pasuruan. (Foto: NOJ/ISt)
KH Abdul Hamid Pasuruan. (Foto: NOJ/ISt)

Pasuruan, NU Online Jatim

Sebentar lagi memasuki bulan Dzulhijjah, yang mana bulan tersebut memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri dalam agama Islam. Sebagai salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriyah, banyak kesunahan yang dapat dilakukan di bulan Dzulhijjah d iantaranya yakni berkurban.


Banyak sekali orang yang ingin berkurban setiap tahun, bahkan sampai meninggal harus tetap berkurban. Salah satunya yang dilaksanakan oleh KH Abdul Hamid Pasuruan.


"Kiai Hamid merupakan sosok ulama yang istiqamah menyembelih hewan kurban sapi khususnya ketika hari raya Idul Adha," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan, KH Idris Hamid dalam mengisi pengajian Kitab Ihya Ulumuddin di Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan, Jum'at (17/05/2024).


Menurutnya, hewan kurban sapi milik Kiai Hamid bukan dari orang, melainkan dirinya sendiri dan itu di titipkan kepada H Saini dari dulu hingga sekarang.


"Aku tetep sapi lek kate riyoyoan gowo rene (saya menitipkan sapi, kalau mau hari raya Idul Adha bawa ke sini)," ujar Kiai Idris menirukan Kiai Hamid.


Setelah penyembelihan usai Kiai Hamid langsung menitipkan uang sapi kepada kaji saini pada waktu itu tahun delapan puluhan harganya 250.000. "Piro regane sapi aku tetep gawe riyoyo mene," tambahnya Kiai Idris menirukan Kiai Hamid.


Setelah nitipkan uang, Kiai Hamid wafat yang di titipkan uang oleh Kiai Hamid ini bingung uangnya mau buat apa. Akhirnya pergi ke pondok untuk mengembalikan uang tersebut tetapi tidak diterima karena itu amanah dari Kiai Hamid untuk di teruskan dibelikan sapi.


"Ulama terdahulu selalu menyisakan uangnya dalam hal urusan ibadah meskipun itu sunnah," terangnya.


Ia menyebut, jika Kiai Hamid pergi melaksanakan ibadah haji maka kurbannya dua di Indonesia dan di Makkah. "Saya pernah di suruh beli sapi ketika berada di mina, ya otomatis pergi ke pasar untuk mencari sapi dan alhamdulillah dapat harganya lima ribu real," ungkapnya.


Meskipun menyembelih hewan kurban adalah ibadah sunah, kalau bisa dilaksanakan. Adapun waktu penyembelihan hewan kurban hanya empat hari mulai tanggal 10-13 Dzulhijjah. "13 Dzulhijjah waktu ashar itu terakhir jika maghrib tidak sah," tutupnya.


Tapal Kuda Terbaru