• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Tapal Kuda

Sosok Nyai Hj Makkiyah As’ad, Ulama Perempuan Pengasuh 3 Pesantren Lintas Pulau

Sosok Nyai Hj Makkiyah As’ad, Ulama Perempuan Pengasuh 3 Pesantren Lintas Pulau
Nyai Hj Makkiyah As'ad semasa hidupnya. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Nyai Hj Makkiyah As'ad semasa hidupnya. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Wafatnya Nyai Hj Makkiyah As’ad putri RKH As’ad Syamsul Arifin meninggalkan duka mendalam dari berbagai kalangan. Bukan sekedar bagi para santri dan alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, tetapi juga masyarakat luas.


Hal itu salah satunya karena Nyai Makkiya merupakan sosok yang memang patut diteladani. Selain karena khidmatnya di masyarakat selama ini, ulama meski perempuan ini ternyata juga menjadi pengasuh di tiga pesantren lintas pulau. Yaitu di Situbondo, Pamekasan, dan Sumenep.


“Beliau (Nyai Makkiyah) mengurus tiga pesantren sekaligus, Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, pesantren warisan ayah dan kakeknya, Pesantren Al-Huda Pamekasan, Madura, pesantren milik suami beliau, Kiai Shidqi Mudzhar dan Pesantren Al-Shidqiyah, Sumenep Madura. Di samping aktivitas sosial keumatan lainnya melalui organisasi Muslimat NU,” kata Ahmad Husain Fahasbu, alumni Pesantren Sukorejo sebagaimana ditulis di akun facebooknya dilihat NU Online Jatim, Selasa (16/08/2022).


Husain juga menceritakan sosok Nyai Makkiyah di postingannya itu. Menurutnya, Bunyai panutan para santri itu adalah sosok ulama perempuan yang aktivitas khidmahnya tak terbatas dalam dunia pendidikan di pesantren.


“Beliau juga turun ke jantung masyarakat, menghadiri undangan, memberi ceramah dan tak jarang terlibat dalam aktivitas politik perjuangan,” ujarnya.


Ia lantas membagikan pengalamannya saat masih berstatus santri di Sukorejo, Situbondo.


“Sebagaimana pada umumnya santri putra lainnya, kenangan saya dengan beliau (Nyai Makkiyah) tak banyak. Hanya saja, dulu saat masih santri baru, saya yang masih usia baru lulus sekolah dasar sering "nungguin" beliau di maqbarah masyayikh Sukorejo tiap habis subuh. Beliau istikamah berziarah ke makam ayah dan leluhurnya tersebut menggunakan becak yang dikayuh oleh santri khadam,” ungkapnya.


Husain pun mendoakan Nyai Makkiyah serta menyampaikan ucapan selamat jalan. “Selamat jalan Bu Nyai. Semoga segala khidmah perjuangan panjenengan diterima oleh Allah Swt,” tandasnya.


Seperti diketahui, Nyai Hj Makkiyah As'ad yang wafat pada Selasa (16/08/2022) sekira ba'da Maghrib. Hingga artikel ini ditulis tim NU Online Jatim masih menelusuri jadwal dan lokasi pemakaman almarhumah.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru