• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 24 April 2024

Tapal Kuda

Terinspirasi Trilogi Ukhuwah, Kemenag Lumajang Gagas Mars Moderasi Beragama

Terinspirasi Trilogi Ukhuwah, Kemenag Lumajang Gagas Mars Moderasi Beragama
Kepala Kemenag Lumajang H Muhammad Muslim (kanan) bersama Bupati H Thoriqul Haq (kiri) saat upacara Hari Amal Bhakti ke-77. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Kepala Kemenag Lumajang H Muhammad Muslim (kanan) bersama Bupati H Thoriqul Haq (kiri) saat upacara Hari Amal Bhakti ke-77. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim
Mars Moderasi Beragama menggema saat upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-77 di Alun-alun Lumajang, Selasa (03/01/2023). Usut punya usut, mars ini ternyata digagas Kepala Kantor Kemenag Lumajang H Muhammad Muslim yang terinspirasi dari konsep trilogi ukhuwah yang dicetuskan KH Ahmad Shiddiq Jember.


Muslim mengatakan, trilogi ukhuwah yang dikemukakan menjelang Muktamar ke-28 NU di Krapyak, Yogyakarta tahun 1989 ini adalah pemikiran cerdas yang sarat makna dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Basyariyah ini perlu kita implementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Lumajang," jelas Muslim.


Pria kelahiran Sumenep ini mengatakan, para kiai di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) seperti Kiai Ahmad Shiddiq Jember telah lebih dulu melakukan gerakan-gerakan moderasi beragama dengan ide-ide briliannya yang hingga kini terus dikenang. Maka, hal yang demikian harus terus dikuatkan.


"Iya, dari tokoh-tokoh NU bergerak sejak dulu, di antaranya dengan gagasan menerima Pancasila sebagai asas tunggal bernegara, itu bentuk gerakan moderasi beragama. Maka, beda gerakan liberal dan moderasi," lanjutnya.


Dalam mars itu, lanjut Muslim, sesuai dengan semangat trilogi ukhuwah tersebut. Yakni, semangat mensyukuri perbedaan dan saling menguatkan, serta gotong royong antar sesama tanpa memandang suku, agama, dan warna kulit.


"Perbedaan adalah rahmat, perbedaan jangan dijadikan sebagai sebuah tantangan dan hambatan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Dan, Lumajang siap untuk menjadi contoh gerakan moderasi beragama," ulasnya.


Berangkat dari itu, saat ini dirinya mengaku gencar melakukan gerakan moderasi beragama di Lumajang dengan membentuk 10 kader penggerak di setiap madrasah dan 6 kader penggerak dari tokoh lintas agama di setiap kecamatan. Serta, melakukan deklarasi desa sadar kerukunan umat beragama di seluruh kecamatan.


"Mars ini insyaallah baru ada di Lumajang. Lumajang itu punya bermacam-macam agama dan kerukunannya cukup tinggi. Walaupun beberapa bulan lalu ada penolakan terhadap pendirian rumah ibadah, tapi sudah bisa kita selesaikan dengan baik," imbuhnya.


Ia menambahkan, dalam waktu dekat pada pertengahan Januari di Kabupaten Lumajang dijadwalkan akan dideklarasikan sebagai kabupaten moderasi beragama oleh Menteri Agama RI. 


"Sebenarnya dijadwalkan di akhir 2022, tapi karena Bapak Menteri Agama berhalangan, maka diundur. Semoga mars itu semakin memperkokoh kesatuan dan persatuan, khususnya di Lumajang," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru