KH Badri Mashduqi, Kraksaan, Probolinggo, sungguh unik. Di tengah kesibukannya dalam aktivitas mengajar santri di pesantren, berdakwah di masyarakat, ia juga tidak melupakan urusan pertanian.
Siapa sangka Kiai Badri aktif dalam urusan pertanian. Kiai Badri memiliki lahan di timur Pesantren Badridduja wilayah Al Mashduqiah, Patokan, Kraksaan.
Dengan demikian, Kiai Badri banyak bersentuhan dengan dunia cocok tanam. Lebih dari itu, ia mendorong agar para santri untuk bercocok tanam.
Setelah mengajar kitab pada pagi hari, Kiai Badri pergi ke lahannya. Dulu, lahannya ditanami pohon mangga dan jeruk. Di lahan inilah juga terdapat tanaman jagung dan lainnya.
Aktivitas Kiai Badri ini sangatlah sesuai dengan perhatian Rasulullah SAW yang terdapat dalam beberapa haditsnya tentang pertanian.
"Siapa pun Muslim yang menanamkan suatu tanaman atau menabur suatu benih, kemudian hasilnya dimakan oleh burung atau manusia atau binatang ternak, melainkan ia menjadi sedekah baginya," kata Nabi Muhammad dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Ahmad.
Melalui kegiatan pertanian ini, Kiai Badri menjadi motivasi dan inspirasi bagi siapa pun.
Penulis: Saifullah, Ketua Syaikh Badri Institute (SBI)