• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Jujugan

Wisata Religi di Pasuruan Dapat Menjadi Pilihan saat Akhir Pekan

Wisata Religi di Pasuruan Dapat Menjadi Pilihan saat Akhir Pekan
Makam KH Abdul Hamid. (Foto: NOJ/times)
Makam KH Abdul Hamid. (Foto: NOJ/times)

Berziarah ke tempat-tempat religi dapat menjadi salah satu pilihan saat akhir pekan. Diketahui, Kota Pasuruan terkenal dengan sejumlah wisata religi, meski wisata alam pun banyak terdapat di Pasuruan.

 

Makam-makam para ulama yang diyakini merupakan tokoh-tokoh Pasuruan, tidak pernah sepi dari para peziarah. Beberapa makam yang ada, merupakan makam ulama besar yang berjasa menyebarkan agama Islam di Indonesia.

 

Makam KH Abdul Hamid
Keberadaan makam sosok yang familiar dengan Mbah Hamid Pasuruan ini berada di kompleks pemakaman Masjid Jamik Al-Anwar, Kota Pasuruan. Letaknya cukup strategis dapat dijangkau oleh para peziarah.

 

Ada beberapa tata tertib yang harus dipatuhi oleh peziarah. Di antaranya adalah 10 menit sebelum pelaksanaan shalat berjamaah, peziarah tidak diperkenankan masuk. Peziarah yang ada di dalam 5 menit sebelum pelaksaan shalat, dipersilahkan keluar. Setelah pelaksanaan shalat dipersilahkan masuk kembali.

 

Setelah berziarah ke makam Mbah Hamid para peziarah jangan lupa untuk tidak mengabaikan keindahan payung Madinah Kota Pasuruan dan Masjid Jamik Al Anwar untuk melakukan swafoto.

 

Makam Mbah Selagah
Mbah Hasan Sanusi atau dikenal dengan Mbah Selagah merupakan seorang mubaligh yang gigih memperjuangkan tanah air. Di usia muda, Mbah Hasan Sanusi pernah menyebarkan agama Islam di daerah Malang.

 

Namun, seiring berjalannya waktu, ia kemudian dipanggil Bupati Pasuruan pertama yang bernama Raden Surgo untuk segera kembali ke Pasuruan. Itu dilakukan untuk mengusir Belanda yang masuk melalui jalur Pasuruan Utara, tepatnya di Desa Mayangan.

 

Pada saat Pasuruan dipimpin oleh Mbah Selagah, pihak Belanda dipukul mundur dan gagal menduduki Pasuruan. Di antara para pahlawan yang gugur di peperangan itu adalah adik Mbah Selagah yang bernama Mbah Khotib.

 

Setelah peperangan usai, Bupati Pasuruan memberikan hadiah sebidang tanah. Setelah itu, Mbah Selagah bermukim di sebuah wilayah yang saat ini dikenal dengan Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo,Kota Pasuruan dan membangun Masjid Jamik Agung Al Anwar Kota Pasuruan.

 

Makam KH Abdul Ghofur
Banyak yang meyakini KH Abdul Ghofur atau Kiai Sepuh merupakan seorang waliyullah. Dengan beragam karamah yang dimiliki, Kiai Sepuh justru segan terhadap ketenaran. Semasa hidupnya, ia selalu mengajarkan kesederhanaan.

 

Beberapa peninggalan Kiai Sepuh masih ada sampai sekarang. Di antaranya bangunan menara Masjid Al Ghofuriyah Gentong. Di sana lengkap dengan bedug yang dipukul sesaat sebelum adzan untuk mengingatkan waktu shalat.


Jujugan Terbaru