• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 April 2024

Kediri Raya

1 ABAD NU

Wakil Ketua PCNU Blitar Persembahkan Puisi 1 Abad NU

Wakil Ketua PCNU Blitar Persembahkan Puisi 1 Abad NU
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Blitar persembahkan puisi Nahdlatul Ulama di momen 1 Abad NU. (Foto: Tangkap layar youtube @PPMahida Salam)
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Blitar persembahkan puisi Nahdlatul Ulama di momen 1 Abad NU. (Foto: Tangkap layar youtube @PPMahida Salam)

Blitar, NU Online Jatim

Ada banyak cara yang dilakukan warga Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin untuk meramaikan perhelatan 1 Abad NU. Salah satunya dengan mempersembahkan Puisi seperti yang dilakukan oleh Kiai Samsul Hadi, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar.


Kiai Samsul menuturkan, puisi yang berjudul ‘Nahdlatul Ulama’ tersebut merupakan wujud rasa syukurnya, karena dipertemukan dengan usia NU yang ke 100 tahun. Karenanya, ia menyambut Hari Lahir (Harlah) melalui segmen literasi, yakni puisi.


Menurutnya, secara umum puisi yang telah dipublikasikan melalui kanal youtube PPMahida Salam ini mengandung makna dan pesan, bahwa betapa bangganya memiliki orang tua, serta anak keturunan yang menjadi bagian dari NU.


"Karena NU sudah mengajarkan welas asih andap asor, tawadhu, dan juga sigap menghadapi situasi zaman. Selain itu, juga setia dalam menjaga keutuhan NKRI," tuturnya, Senin (06/02/2023).


Pengasuh Pondok Pesantren Manba'ul Hidayah (Mahida) Salam, Kedawung, Blitar ini menjelaskan, di usia NU yang mencapai satu abad ini sudah melalui berbagai zaman serta kejadian.


“Dan NU tetap konsisten berpegang teguh kepada ulama serta Al-Qur’an, Hadist, Ijma, dan Qiyas,” sebut Kiai Samsul.


Dirinya menyebutkan, dahulu pada zaman kemerdekaan yang dibutuhkan adalah kekuatan fisik untuk menjaga NKRI. Kemudian di zaman orde baru mempunyai zamannya sendiri, begitu pula zaman reformasi, serta ke depan warga NU memiliki zamannya sendiri.


"Maka dari itu, Nahdliyin harus mampu berperan untuk menjaga, merawat serta bertanggung jawab dengan mewarnai dan beradaptasi dengan zaman. Sebab, NU adalah organisasi yang rahmatan lil alamin," ungkapnya.


Pembina PC Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Blitar ini berpesan agar Nahdliyin menjaga peradaban dan eksistensi jamiyah. Baik untuk menjaga kebudayaan, tradisi, maupun menjaga ilmu pengetahuan yang selama ini disampaikan oleh para muassis dan ulama NU.


Berikut ini teks puisi berjudul ‘Nahdlatul Ulama’ karya Kiai Samsul Hadi:


Nahdlatul Ulama
Engkau begitu lembut laksana lembutnya halimun yang bergerak tanpa harus mengusik damai pepohonan
Engkau begitu tulus laksana mata air yang tak lelah memancar mengalir menghapus dahaga  dataran rendah
Engkau begitu sabar serupa tanah yang konsisten melayani makhluk hidup alam raya
Engkau meresap menerobos segala arah bagai udara menebar kasih kepada semua tanpa pilih kasih


Nahdlatul Ulama
Engkau begitu setia terhadap NKRI sepatuh sang rembulan melakoni qadrat iradat sang hyang widi mendampingi planet bumi kala berotasi
Engkau begitu kokoh bak tegarnya karang yang mampu menantang bertubi-tubi hempasan ombak samudera
Engkau begitu perkasa bagaikan kekarnya puncak gunung berapi yang mampu menyimpan kerinduan akan kesuburan bumi dalam lahar.
Engkau begitu menggelora sepanas magma yang tahu kapan harus berbicara pada keangkaramurkaan


Nahdlatul Ulama
Harapku engkau tetap bergerak seperti sedia kala, beradaptasi dengan zaman pada garis edar salafuna shalih di bawah panji-panji Kanjeng Nabi yang ditetapkan oleh Sang Ilahi Rabbi


Kediri Raya Terbaru