• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Keislaman

Inilah Peristiwa Penting di Bulan Rajab

Inilah Peristiwa Penting di Bulan Rajab
Rajab memiliki keistimewaan, sebab di bulan inilah Rasulullah isra' mi'raj (Foto:NOJ/nuonline)
Rajab memiliki keistimewaan, sebab di bulan inilah Rasulullah isra' mi'raj (Foto:NOJ/nuonline)

Di bulan Rajab ada beberapa peristiwa bersejarah yang diingat oleh umat Islam dan Nahdliyin, yaitu Sayyidah Siti Aminah mengandung Nabi Muhammad SAW, perang Tabuk, ditaklukkannya Baitul Maqdis Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, wafatnya Imam Syafi'i, lahirnya Jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU).


Dari kelima peristiwa sejarah di atas, ada satu peristiwa luar biasa yang menggemparkan penduduk Makkah, yakni perisitiwa penting yang dialami Rasulullah pada malam 27 Rajab, yakni isra' mi'raj. Sejarah mencatat, mereka yang tak beriman pada Allah, tidak mempercayai peristiwa hebat tersebut, lantaran di luar nalar manusia.


Bayangkan, dalam tempo yang singkat, Nabi Muhammad SAW bisa isra' dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Kemudian Nabi Muhammad mi'raj menuju Sidratul Muntaha. Sebagaimana dalam surat Al-Isra' ayat 1.


سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى أَسْرَيٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَـٰتِنَآ، إِنَّهُ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبِصِيرُ


Artinya: Maha suci Allah yang telah mengisra'kan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang kami berkahi sekelilingnya, untuk kami tunjukkan kepadanya tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan) Kami. Sesungguhnya (Allah) Maha Mendengar dan Melihat.


Peristiwa isra' mi'raj, Allah menunjukkan kemulian hamba-Nya yang dilantik sebagai penutup risalah para Nabi. Disanalah Rasulullah mendapat kehormatan bisa menghadap Allah, bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya dan para malaikat.


Tak hanya itu, Allah menetapkan sebuah kewajiban pada umat Islam yang disebut sembahyang atau shalat 5 waktu.


إِنَّ ٱلصَّلَـٰوةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَـٰبًا مَّوْقُوتًا 


Artinya: Sesungguhnya shalat itu adalah suatu kewajiban dalam waktu-waktu tertentu bagi orang-orang mukmin. (Annisa: 103)


Para ulama NU sering kali menjelaskan pada masyarakat bahwa shalat wajib dikerjakan. Karena di dalamnya tidak hanya doa dan dzikir saja. Ternyata shalat dapat membimbing, mendidik seseorang agar berlaku jujur, sabar, tawakal, takwa dan meninggalkan kemaksiatan.


إِنَّ ٱلصَّلَـٰوةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ 


Artinya: Dirikanlah shalat, karena sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan-perbuatan yang keji (kemungkaran). (Al-'Ankabut: 45)


Jika dilihat secara kasat mata, shalat itu mudah dikerjakan. Namun dibalik itu, shalat merupakan kewajiban yang berat. 


وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَـٰشِعِينَ 


Artinya: Sesungguhnya shalat itu adalah sesutu yang berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk. (Al-Baqarah: 45)


Tak hanya itu, shalat menjadi penentu arah umat Islam di hari akhir nanti. Artinya, semakin istiqamah mengerjakan shalat fardhu, maka semakin mudah ke surga. Rasulullah bersabda.


أَوَّلُ مَايُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَلَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ 


Artinya: Pertama kali yang akan dihisab atas seorang hamba Allah di hari kiamat adalah shalat. Apabila ia baik, niscaya baik semua amalnya. Dan apabila ia buruk niscaya buruk semua amalnya (Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab Al-Ausath dan Dilya' dalam kitab Al-Mukhtarah dari sahabat Anaa r.a dengan isnad hasan)


إِنَّ أَوَّلَ مَايُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ. رَوَاهُ التِّرْمِذِى وَأَبُو دَاوُد وَابْنُ مَاجَه عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ (واللفْظُ للتّرمِذى) بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ


Artinya: Sesungguhnya pertama kali yang akan dihisab atas seorang hamba Allah di hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka ia beruntung dan selamat. Dan apabila shalatnya buruk, maka pasti celaka dan rugi. (Diriwayatkan Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)


Kedua hadits tersebut berangkat dari kisah Nabi yang melihat keajaiban-keajaiban yang dialami saat mi'raj. Salah satu yang diperlihatkan Allah kepada Nabi adalah surga dan neraka. Sebagaiman diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan Ibnu Hibban dari sahabat Anas r.a


إِنَّ أُنَاسًا يُعَذَّبُوْنَ بِتَقْطِيْعِ أَيْدِيْهِمْ وَأَرْجُلِهِمْ، سُئِلَ مَنْ هُمْ؟ قَالَ أَئِمَّةُ الْجَوْرِ. رَوَاهُ الطَّبَرَانِى وَابْنَ حِبَّان عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ 


Artinya: Nabi Muhammad SAW melihat sekelompok umat manusia sedang disiksa dengan pemotongan tangan-tangan dan kaki-kaki mereka. Maka nabi bertanya pada malaikat Jibril. "Siapakah mereka itu?" Malaikat Jibril menjawab. "Mereka itu adalah pemimpin dan tokoh-tokoh yang zalim dan kejam. (Ibnu Ma'in dalam kitabnya Asmaur Rijal, juz X halaman 80-81 cetakan Haiddenabad, isnad hadits ini shahih).


Dengan demikian, kejadian atau peristiwa penting yang dilihat oleh Nabi saat isra' mi'raj di bulan Rajab, sebaiknya diteladani kandungan maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam hal bermuamalah, perbuatan, dan tindak-tanduk lainnya.


Keislaman Terbaru