• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Keislaman

Memasuki Bulan Dzulhijjah, Berikut Ibadah yang Dianjurkan

Memasuki Bulan Dzulhijjah, Berikut Ibadah yang Dianjurkan
Ada sejumlah ibadah yang disarankan saat memasuki bulan Dzulhijjah. (Foto: NOJ/NU Network)
Ada sejumlah ibadah yang disarankan saat memasuki bulan Dzulhijjah. (Foto: NOJ/NU Network)

Bila tidak ada perubahan, umat Islam memasuki bulan Dzulhijjah 1443 H pada Jumat (01/07/2022). Karena termasuk bulan istimewa, ada sejumlah ibadah yang dianjurkan saat memasuki bulan Dzulhijjah tersebut. 


Dzulhijjah termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan. Dzulhijjah disebut banyak keutamaan karena ada banyak amalan yang disunahkan pada bulan tersebut. 


Di antara amalan yang dianjurkan pada bulan itu adalah ibadah haji bagi yang mampu melakukannya; shalat Idul Adha dan ibadah kurban bagi yang mampu. Tidak hanya itu, pada sepuluh awal Dzulhijah juga dianjurkan memperbanyak ibadah sunah semisal puasa dan zikir. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar:  


   واعلم أنه يستحب إكثار من الأذكار في هذا العشر زيادة على غيره ويستحب من ذلك في يوم عرفة أكثر من باقى العشر   


Artinya: Ketahuilah bahwa disunahkan memperbanyak zikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak zikir pada hari Arafah sangat disunahkan.   


Dalil anjuran memperbanyak zikir di sepuluh awal Dzulhijjah ini adalah: 


   وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ   


Artinya: Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan….. (Surat Al-An’am ayat ayat 28).   


Sebagaimana dikutip Imam an-Nawawi, Ibnu Abbas, As-Syafi’i, dan jumhur ulama memahami bahwa kata ayyamam ma’lumat di sini adalah sepuluh pertama Dzulhijjah.   


Selain itu, dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan: 


   مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ   


Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya. (HR Ahmad).   

 

Artikel diambil dari: Amalan di Sepuluh Awal Dzulhijjah

 

Berdasarkan penjelasan di atas, dianjurkan memperbanyak zikir pada sepuluh pertama Dzulhijjah. Memperbanyak zikir lebih diutamakan lagi pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijah, apalagi bagi jamaah haji. Di antara zikir yang diperbanyak adalah melafalkan tahlil, takbir, dan tahmid. Wallahu a’lam.


Editor:

Keislaman Terbaru