• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Madura

Analisis soal Timnas Indonesia Jelang Final Piala AFF 2020

Analisis soal Timnas Indonesia Jelang Final Piala AFF 2020
Timnas Indonesia. (Foto: Istimewa)
Timnas Indonesia. (Foto: Istimewa)

Sumenep, NU Online Jatim

Pertandingan Tim Nasional (Timnas) Indonesia versus Thailand di laga final piala AFF Suzuki Cup 2020 memantik banyak kalangan untuk berkomentar. Bahkan, tak jarang mereka juga berbagi analisis terkait pertandingan yang akan dilaksanakan di Singapore National Stadium itu. Salah satunya ialah Lora Ahmad Hirzi, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qarorul Makien Prenduan, Pragaan, Sumenep.


Penasihat Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Prenduan tersebut mengaku, secara umum tidak bisa mereka-reka pemain yang akan diturunkan oleh pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. 


“Hal tersebut karena pelatih asal Korea Selatan tersebut suka berubah-ubah formasi dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Bahkan, semua pemain sudah pernah merumput kecuali kiper Muhammad Riyandi,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh NU Online Jatim, Rabu (29/12/2021).


Soal formasi, Alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri tersebut menyebutkan bahwa Shin Tae-yong susah ditebak. Karena dalam setiap laga formasi yang digunakan pelatih kelas dunia tersebut berbeda-beda.


“Formasi yang dimainkan oleh Shin Tae-yong sangat modern. Bahkan, dikatakan ala-ala tim Eropa. Hal itu karena kemampuan mencetak gol tidak terpusat pada striker murni. Ini kami sampaikan berdasarkan statistik yang ada,” katanya.


Tak sampai di situ, dari semua pemain Timnas Indonesia, mulai dari belakang sampai depan, pernah mencetak gol, kecuali kiper. Bahkan top skor sementara dimiliki seorang winger, yakni Irfan Jaya yang notabene bukan penyerang murni.


“Sekali lagi, kami tidak bisa memprediksi strategi pelatih Timnas Indonesia, karena dia kaya dengan strategi,” tegas Lora Herzi.


Fans fanatik AC Milan atau Milanisti tersebut mengaku masih trauma dengan yang dialami Timnas Indonesia dalam ajang Piala AFF sebelumnya. Karena tiga kali bertemu Timnas Thailand di laga final Piala AFF, Timnas Indonesia tak sekalipun juara.


“Dulu masih bernama Tiger Cup, Timnas kita kalah pada Thailand tahun 2000. Yang paling membekas, di tahun 2002. Timnas memiliki peluang besar untuk menang saat bertanding di Stadion Gelora Bung Karno. Walaupun tertinggal 2-0, kemudian disamakan di babak kedua oleh Gendut Doni Christiawan. Tapi saat adu penalti, kalah 4-2,” keluhnya.


Dirinya pun berharap, di laga final yang kesekian ini Timnas Garuda dapat membawa pulang piala dan menjadi macam Asia Tenggara. “Semoga Timnas Garuda yang banyak dihuni pemain muda dapat mengalahkan Tim Gajah Putih,” harapnya.


Prediksi Formasi
Namun demikian, berkaca pada laga-laga sebelumnya, Lora Hirzi menyebutkan bahwa pemain Thailand sangat kolektif dengan sentuhan satu-duanya atau tiki-taka. Hal tersebut karena kualitas Timnas Thailand memang di atas rata-rata.


“Kami selaku ‘pelatih online’ memprediksi formasi yang akan digunakan 5-4-1. Bisa saja Timnas akan bertahan dan mengandalkan serangan balik,” sebutnya. 


Formasi tersebut kemungkinan akan digunakan sang juru racik Shin Tae-yong karena saat ini Timnas Indonesia tidak bisa memainkan Pratama Arhan akibat akumulasi kartu. Nantinya, Shin Tae-yong akan mengandalkan Egi Maulana Vikri di sektor sayap dan sangat efektif ketika menggunakan formasi tersebut.


“Egi Maulana Vikri yang sangat efektif ketika memakai formasi tersebut. Sebab di sektor sayap, dribelnya menjadi ancaman saat menyerang balik,” tutur kru TVNU Sumenep itu.


Jika nanti Timnas Indonesia menang, dirinya berharap agar tidak memuuji setinggi langit. Menurutnya, media di Indonesia sama dengan Inggris, yang membesar-besarkan sesuatu yang biasa. 


“Sehingga hal tersebut membuat merasa di atas angin, bahkan pula jumawa dan susah untuk berkembang,” tegasnya.


Kalaupun misal gagal menang, ia mengimbau agar tidak membully secara berlebihan. “Karena itu bisa melemahkan mental pemain yang masih muda,” pintanya.


Dirinya berharap, agar nantinya pelatih Shin Tae-yong terus dipertahankan. Karena ia adalah pelatih bagus dan visioner. Menurutnya, mayoritas kegagalan Timnas Indonesia tidak maju karena seringkali gonta-ganti pelatih yang sedang berproses.


“Karena ketika gonta-ganti pelatih, maka harus memulai dari nol lagi. Karena setiap pelatih memiliki strategi dan kecenderungan yang berbeda-beda,” pungkasnya.


Madura Terbaru