• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 3 Oktober 2022

Madura

Bangkitkan Pesantren, LPPNU Pamekasan Wujudkan Pertanian Integratif

Bangkitkan Pesantren, LPPNU Pamekasan Wujudkan Pertanian Integratif
KH Ilzamuddin, Ketua LPPNU Pamekasan (baju koko kuning), saat menerima kunjungan terkait peternakan sapi. (Foto: NOJ/ Syarofi)
KH Ilzamuddin, Ketua LPPNU Pamekasan (baju koko kuning), saat menerima kunjungan terkait peternakan sapi. (Foto: NOJ/ Syarofi)

Pamekasan, NU Online Jatim

Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pamekasan mampu berdayakan pesantren melalui pertanian integratif. Dengan program itu, LPPNU berupaya membangkitkan kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren di Pamekasan.


Pemberdayaan Pesantren melalui pertanian integratif itu dimulai dari Pondok Pesantren Al-Fatih yang berada di Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten pamekasan. Pesantren yang diasuh oleh KH Ilzamuddin selaku Ketua LPPNU Pamekasan itu saat ini telah mampu membangun kemandirian pesantren melalui pertanian dan peternakan.


Kepada NU Online Jatim, Kiai Ilzam mengatakan, Pesantren Al-Fatih telah bisa membuat pupuk organik melalui peternakan bersama wali santri. "Kita melibatkan wali santri dalam pembuatan pupuk organik yang dibuat dari kotoran hewan. Kami juga mengajak wali santri untuk berinvestasi sapi kepada pesantren dan alhamdulillah sekarang di kandang sudah mencapai 54 ekor," ujarnya, Rabu (09/03/2022).


Menurut Kiai Ilzam, tiga tahun ke depan bagi wali santri yang menginvestasikan sapi kepada Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al Fatih, maka santrinya akan digratiskan semuanya. "Termasuk makannya, setelah lima tahun sapi akan dikembalikan ke wali santri dengan penambahan jumlah menjadi 3-5 ekor," ucapnya.


Tidak hanya itu, Pesantren Al Fatih juga memiliki lahan pertanian. Hasilnya, pesantren tidak perlu membeli beras, jagung dan sayuran, karena semuanya telah tersedia. Dari hasil peternakan dan pertanian inilah, pesantren telah bisa memberdayakan santri dengan memberikan gratis makan harian untuk santri.


"Santri gratis mondok dengan cara makannya dari hasil pertanian, biaya operasionalnya dari sedikit keuntungan penggemukan sapi. Sementara kotoran sapi saya jadikan pupuk untuk pertanian. Jadi, antara pertanian, peternakan dan pesantren saling berhubungan," paparnya.


Kiai Ilzam menambahkan, program kemandirian pesantren melalui pertanian integratif ini telah dimasukkan dalam program LPPNU Pamekasan. Alasannya, agar pesantren NU juga ikut maju dan mandiri.
 


"Makanya dimulai dari pesantren saya dulu, nanti setelah para pengasuh pesantren NU yang lain tahu hasilnya, insyaallah akan ditiru,” pungkasnya.


Madura Terbaru