• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Madura

Inilah Logo Muskercab Sumenep dan Filosofinya

Inilah Logo Muskercab Sumenep dan Filosofinya
Logo Muskercab Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Logo Muskercab Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep telah meluncurkan logo resmi Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang bakal digelar pada Ahad 19 Dzulqa'dah 1443 H, bertepatan pada tanggal 19 Juni 2022 mendatang di Pondok Pesantren Tarate Selatan (Taretan) Pandian, Kecamatan Kota, Sumenep.

 

Zianul Hasan yang didaulat sebagai Ketua Panitia mengutarakan, sebagai hasil musyawarah bersama syuriyah dan tanfidziyah, tema yang diusung pada gelaran Muskercab tahun 2022 adalah ‘Konsolidasi Jam’iyah dan Jamaah untuk Memperkuat Ranting NU’.

 

"Tema tersebut diamini oleh syuriyah sebagai bentuk komitmen PCNU Sumenep dalam penguatan ranting NU dan sudah disepakati dalam forum akbar, yakni Konferensi Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Nasy'atul Muta'allimim Gapura tahun 2020 lalu," ungkap Sekretaris PCNU Sumenep itu. 

 

Dikatakan pula, gerakan penguatan ranting menjadi tugas bersama yang digerakkan secara terpusat dari cabang hingga ke akar rumput. Artinya, PCNU telah membantuk tim khusus yang digawangi oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) untuk memassifkan kembali kegiatan diniyah dan ijtimaiyah di desa-desa dan dusun, termasuk di masjid ataupun mushala. 

 

"Pada hakikatnya, kekuatan NU tidak hanya ada di struktur, tetapi ada di kultur sebagai basis NU di akar rumput. Dari sinilah tema ini diangkat, agar memperkuat elemen yang ada di struktur dan kultur sehingga amanah Konfercab ini benar-benar terealisasi dengan baik," terangnya. 

 

Lembaga Ta'lif wan-Nasyr Ulama (LTNNU) Sumenep yang diamanahi sebagai sie Publikasi dan Dokumentasi (Pundekdok) menjalankan amanah tersebut guna meluncurkan dan menjelaskan filosofi logo tersebut. 

 

Falhan Afeef Ahmad, desainer logo menjelaskan bahwa, huruf S yang terpampang di logo Muskercab itu adalah selendang. 

 

"Selendang adalah pakaian tradisional Indonesia yang berbentuk kain panjang. Secara istilah dan fungsinya, hampir setiap daerah punya selendang dengan ciri khasnya tersendiri," ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Kamis (16/06/2022).

 

Selendang dapat disimpangkan digunakan untuk melindungi kepala dari panas dan dingin. Terkadang digunakan pula sebagai gendongan. 

 

"Dalam rangkaian Muskercab, selendang yang menjadi bagian tipografi, merupakan eksistensi dari amanah besar muassis NU Sumenep," imbuh Falhan. 

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa itu mengutarakan, sedangkan gambar tali jagat itu diartikan sebagai konsolidasi dan keterikatan. 

 

"Bentuk lingkaran atau tali jagat yang melingkar di selendang atau huruf S itu, sebagai simbol konsolidasi," ucapnya.

 

Falhan mengatakan, sebelum diluncurkan, logo tersebut sudah ditashih oleh syuriyah. Tanpa restu jajaran masyaikh di tingkat syuriyah, logo tersebut kurang sakral. 

 

"Beberapa kali kami garap, namun ada beberapa kendala menurut kacamata masayikh. Hingga akhirnya, kiai meminta pada kami untuk menambahkan tali jagat tersebut yang melingkar di huruf S itu. Masih banyak lagi yang harus kami kerjakan, seperti mendesain pin, backdrop, spanduk, ucapan selamat, cover materi, pamflet, dan twitbon," tandasnya. 


Madura Terbaru