• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Madura

Instruksi Ketua NU Sumenep, One PAR One Yatim

Instruksi Ketua NU Sumenep, One PAR One Yatim
Kiai Pandji. (Foto: NOJ/Firdausi)
Kiai Pandji. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

KH A Pandji Taufiq, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menginstruksikan pada 80 Pengurus Anak Ranting (PAR) berbasis masjid dan mushala memperhatikan anak yatim.

 

Pernyataan ini disampaikan pada acara Istighotsah Kubro Menyongsong 1 Abad NU dan Tahun Baru 1444 H yang diinisiasi oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Pragaan, Sumenep. Kegiatan ini digelar pada Kamis (28/07/2022) malam di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat. 

 

"Sebelum MWCNU memberikan SK dan plang PAR, pengurus harus membuktikan keberadaannya lewat kegiatan sosial kemasyarakatan. Kalau tahlilan, diba'an, tadarusan, itu sudah ada sejak dulu. Teladanilah KH Abi Sudjak dan muassis NU Pragaan yang sangat memperhatikan yatim, bahkan seluruh kegiatan NU dihelat tanpa proposal, tetapi menggunakan hartanya," kenangnya. 

 

Setelah digembleng oleh KH Ahmad Madzkur Awab, konkritkan program PAR setelah dibentuk pengurus NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di masing-masing ranting dan anak ranting. 

 

"Berkacalah pada NU Kecamatan Turen, Malang yang rata-rata perbulannya mendapat Rp 40 juta hingga ratusan juta rupiah lewat gerakan Kotak Infaq (Koin). Sama halnya dengan cerita Kiai M Ainul Yaqin saat berkunjung ke acara Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Banyuwangi bahwa pengurus NU di Kalibaru, Banyuwangi yang rata-rata perolehannya perbulan mencapai 22 juta," terangnya. 

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu memotivasi agar ranting dan anak ranting harus melebihi ekspeksitas di Turen dan Banyuwangi. 

 

"Di Turen sangat unik sekali, orang-orang Muhammadiyah menyisihkan materinya lewat Koin NU. Sedangkan di Sumenep, warganya menyisihkan hartanya ke kotak HTI," keluhya sambil geleng-geleng kepala. 

 

Tak hanya itu, dirinya mengajak kepada pengurus untuk menggerakkan i'anah syahriyah. Sebagaimana hasil rapat gabungan Syuriah dan Tanfidziyah PCNU memutuskan bahwa untuk tingkat cabang Rp 20 ribu, MWCNU Rp 10 ribu, ranting Rp 5 ribu. 

 

Selain itu, Kiai Pandji mengajak pada Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Lakpesdam NU untuk mencari formulasi baru tentang model dakwah ke generasi muda, karena pemuda saat ini melek digital. 

 

"Sebagaimana amanat Konfrecab di Gapura menegaskan bahwa tugas utama kami adalah menghidupkan ranting. Terlebih menyambut 1 abad NU yang bakal meluncurkan Kampung NU di beberapa ranting," tuturnya. 

 

Berdasarkan data statistik negara, ada lima kecamatan di Kabupaten Sumenep yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, salah satunya ada di Pragaan. 

 

"Kami sudah menyatakan siap kepada Bupati Sumenep bahwa kami bersama pengurus berusaha mengentaskan problem ini dengan model kampung NU. Bagi kami, jika masyarakatnya sejahtera maka NU akan dihidupkan oleh warga," tandasnya. 

 

Acara dilanjutkan dengan pemberian SOP Lazisnu pada ranting dan SK serta plang PAR. Acara diakhiri dengan pemberian dana Rp 1 juta setengah dan beras 3 kilogram dengan jumlah 20 bungkus oleh Lakpesdam NU kepada LAZISNU setempat. 


Madura Terbaru