• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Madura

LAZISNU Sumenep Ajak Galang Dana Bedah Rumah Dhuafa Tak Layak Huni

LAZISNU Sumenep Ajak Galang Dana Bedah Rumah Dhuafa Tak Layak Huni
Kondisi rumah Marpudi warga Kepulauan Gayam, Sumenep yang tak layak huni. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Kondisi rumah Marpudi warga Kepulauan Gayam, Sumenep yang tak layak huni. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Problem kemiskinan dan rumah tak layak huni masih saja menjadi persoalan penting di era saat ini. Sebagaimana yang dialami Marpudi (42 tahun), warga Dusun Cabbiya RT 002 RW 002 Desa Tarebung, Kecamatan Gayam, Sumenep yang kondisi rumahnya sangat miris.


Menyikapi hal tersebut, Kiai A Quraisy selaku Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep melakukan koordinasi dengan elemen NU setempat. Hal itu dilakukan untuk menggalang dana dalam rangka bedah rumah baru Marpudi agar layak huni.


"Berdasarkan pantauan kami, keluarga Marpudi belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Oleh karenanya, kami perlu terlibat langsung untuk melakukan bantuan dengan para pihak," ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Selasa (09/08/2022).


Ia menambahkan, hingga saat ini sejumlah elemen kepengurusan NU dan badan otonom di desa setempat melakukan penggalangan dana. Termasuk yang dilakukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Tarebung.


"Kami juga atas nama NU Care-LAZISNU Sumenep merasa terpanggil untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Mari para aghniya, Nahdliyin, kirimkan bantuannya pada kami," harapnya.


Sementara itu, Rais PRNU Tarebung Kiai Habibullah menceritakan, Marpudi yang berprofesi sebagai petani merupakan kepala keluarga yang secara ekonomi sangat minim penghasilannya.


“Sedangkan rumah yang dihuni oleh Marpudi bersama keluarga sudah tidak layak huni,” ungkapnya.


Disebutkan, kondisi atap gentengnya bocor dan kondisi rumah sudah miring. Bahkan, jika musim penghujan, seiisi rumah termasuk dapur basah semua, kecuali di lokasi ranjang yang tidak terkena air.


"Kondisi atap rumah rusak total, sementara ranjangnya ditutup plastik agar tidak basah,” jelas Kiai Habibullah.


Untuk itu, pihaknya berharap agar elemen NU di berbagai tingkatan kepengurusan dapat menyalurkan bantuan untuk keluarga Marpudi. “Sekecil apapun kami siap untuk menyalurkan untuk membuatkan rumah layak huni," tandasnya.


Madura Terbaru