• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Mei 2024

Madura

Menilik Filosofi Pelepasan Balon Asap di Pamekasan Madura

Menilik Filosofi Pelepasan Balon Asap di Pamekasan Madura
Pelepasan balon asap di Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Pelepasan balon asap di Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Pamekasan, NU Online Jatim

Sejumlah daerah memilki tradisi yang beragam dalam memperingati tellasan topak (lebaran ketupat). Di Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, ada tradisi pelepasan balon asap. Warga setempat menyebutnya damar korong atau lu'bhan.

 

Faiz Dzulqarnain, warga Desa Larangan Dalam mengutarakan, pelepasan balon asap lumrah dilakukan setiap tanggal 2 sampai 8 Syawal. Pelepasan balon asap biasanya dilakukan pada malam hari.

 

Dijelaskan, balon asap dilepas ke langit pada tanggal 2 Syawal memberi kode kepada umat muslim untuk berpuasa Syawal. Saat dilepas pada tanggal 8, itu menunjukkan bahwa puasa Syawal sudah berakhir. Dan sejak itulah balon asap tidak akan diterbangkan lagi oleh masyarakat.

 

"Saya tidak tahu sejak kapan tradisi ini ada. Yang jelas tradisi tersebut ada sejak saya masih kecil," ucapnya kepada NU Online Jatim, Kamis (18/04/2024).

 

Ditegaskan, pelepasan balon asap sebagai ungkapan syukur karena telah melewati puasa Ramadhan dan puasa Syawal.  "Banyak warga mengartikan tradisi melepas balon asap sebagai wujud kebahagiaan dan kemenangan," ungkapnya.

 

Selain itu, tradisi ini dijadikan ajang silaturahim antar sanak famili yang sedang berkunjung ke rumah famili lainnya. Maksudnya, di kala berkunjung di malam hari, anak-anak berkumpul di depan rumah menyaksikan pelepasan balon asap yang dilakukan oleh tuan rumah.

 

Saat proses pelepasan, anak-anak berlari ke halaman rumah. Mereka tidak sabar menyaksikan balon asap itu dilepas ke langit. Ketika balon asap terbang ke udara, anak-anak bergembira dan bersorak-sorai.

 

"Selain memiliki nilai filosofi, tradisi ini juga hiburan kepada anak-anak, meskipun yang melakukannya orang dewasa di Kecamatan Larangan," terangnya.

 

Untuk membuat balon asap, kata Faiz, sangat sederhana. Dibutuhkan plastik merah ukuran 40 senti meter atau menggunakan kertas layangan. Selain itu, perlu juga kain yang dibulatkan menyerupai bola kasti, kemudian dicelupkan ke bahan bakar, seperti minyak tanah atau solar.

 

"Sebelum sumbu dibakar, terlebih dahulu membakar jerami atau rumput kering yang asapnya dimasukkan ke dalam balon. Setelah asap berkumpul, sumbu dihidupkan, dan balon asap terbang ke udara," tandasnya.


Madura Terbaru