• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 7 Juli 2022

Madura

PKD, Kader Ansor di Sumenep Diingatkan Hubungan Agama dan Negara

PKD, Kader Ansor di Sumenep Diingatkan Hubungan Agama dan Negara
Kiai Ach Subairi Karim (paling kanan) saat memberikan sambutan dan pengarahan kepada peserta PKD. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Kiai Ach Subairi Karim (paling kanan) saat memberikan sambutan dan pengarahan kepada peserta PKD. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Jika agama tidak ada penjaganya, maka akan sia-sia begitu saja. Karena itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep merasa bangga dengan adanya sistem pengkaderan Pelatihan dan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang sudah berlangsung ketujuh kalinya dalam rangka menguatkan hubungan agama dan negara.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kiai Ach Subairi Karim saat menyampaikan sambutan di acara opening ceremony PKD yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pragaan di Pondok Pesantren Al-Qarorul Maken Sarkoju’ Prenduan, Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jum’at (08/10/2021).

 

Menurut Kiai Subairi, virus yang dibawa oleh gerakan transnasional amat mengkhawatirkan. Karena gerakannya sudah bersifat ekstrem. Melalui pelatihan ini, diharapkan calon kader berada di jalur tawasuth dengan prinsip keagamaan.

 

“Nanti akan dikupas oleh instruktur melalui kajian dan sikap yang moderat dan tasamuh. Sebab karakteristik NU adalah memahami perbedaan sepanjang yang nanti dikaji dalam ranah ijtihadi ataupun furuiyah,” tutur mantan Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan itu.

 

Tak hanya itu, peserta bisa memahami lebih baik lagi tentang keberimbangan teks agama dengan logika akal yang sering dipadukan oleh NU di dalam sikap tawazun yang berorientasi pada keadilan. Baik dalam kehidupan masyarakat dan kebangsaan.

 

“Kami berharap kegiatan ini diikuti sebaik-baiknya. Karena program wajib ini merupakan bagian usaha kita agar berproses di NU. Yang nantinya tahu apa NU, bagaimana sistem kepemudaan yang diakomodir oleh NU di dalam gerakan kebangsaan. Semua ini dilakukan agar generasi muda tidak mudah terprovokasi pada gerakan di luar NU,” ungkap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu secara menggebu-gebu.

 

Selanjutnya, dirinya berharap pula agar kegiatan PKD tidak hanya berlangsung secara rutinitas saja. Tetapi memberikan manfaat kepada warga.

 

“Saya melihat komunitas pemuda Sarkoju’ kompak mengikuti kegiatan ini. Tentunya menjadi tugas PAC agar diakomodir pasca PKD dalam kepengurusan pimpinan ranting. Tujuannya adalah agar satu komando dan berbaris rapi dalam gerakan politik NU. Bukan politik elektoral, tetapi politik kebangsaan dan kerakyatan NU. Karena sebelumnya sering menjumpai sahabat Ansor Prenduan getol memberikan bingkisan pada yatim dan dhuafa demi membantu keberlangsungan hidupnya,” pungkasnya.

 

 

Acara dihadiri oleh tamu dari Koramil, Polsek, pengurus MWCNU, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor, dan ditutup dengan doa sekaligus pembukaan resmi yang dipandu oleh Kiai Muhammad Tibyan Syuja’.


Editor:

Madura Terbaru