• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 3 Oktober 2022

Madura

Santri Pesantren Annuqayah Raih Medali Emas Kejurnas Pancak Silat

Santri Pesantren Annuqayah Raih Medali Emas Kejurnas Pancak Silat
Moh Mufid usai menerima penghargaan. Foto: Istimewa
Moh Mufid usai menerima penghargaan. Foto: Istimewa

Sumenep, NU Online Jatim
Moh Mufid, salah satu santri Pesantren Annuqayah Daerah Latee, Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep meraih prestasi membanggakan di Kejuaraan Pencak Silat Nasional bertajuk Piala Kemenpora Banyuwangi Championship 2.
 

Mufid memperoleh medali emas di Kelas F Remaja Putra. Kejuaraan ini berlangsung di Gedung Olahraga Tawangalun, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (22/03/2022).
 

"Alhamdulillah dapat memberikan sedikit prestasi untuk pesantren tercinta," katanya kepada NU Online Jatim.
 

Menurutnya, sekitar 1500 peserta mewakili berbagai kontingen ikut bertanding dalam kejuaraan yang terbagi berbagai kelas ini. Ia merasa senang dengan prestasi yang didapat, sebab usaha yang dilakukan selama ini berbuah hasil.
 

"Perasaan bangga, terharu dan bersyukur bercampur menjadi satu. Sebab usaha serta didikan dari pelatih dan senior sangat bermanfaat bagi perkembangan saya pribadi," ujar santri yang mendalami Tahfidh di Madrasah Aliyah Annuqayah itu.
 

Pria kelahiran Desa Larangan, Kecamatan Ganding ini mengatakan, selain sebagai pusat pendidikan yang kental dengan nilai-nilai agama, pesantren juga dapat menjadi media pengembangan santri dalam berbagai bidang termasuk olahraga.
 

Sebab, karakter disiplin dan tanggung jawab sudah ditanamkan sejak awal di pesantren. Hal itulah yang menjadi bekal santri dalam mengembangkan segala potensi yang dimiliki.
 

"Ini salah satu bukti, bahwasannya pesantren juga dapat mencetak prestasi dalam banyak bidang. Salah satunya dalam pencak silat," terangnya.
 

Ia memotivasi santri yang lain untuk terus gigih dalam menggapai cita-citanya. Menurutnya, ikhtiar dan berdoa dapat menjadi kekuatan besar dalam mengejar segala keinginan baik.
 

Selain itu, dirinya juga beranggapan bahwa doa dari guru dan para kiai ikut serta dalam mengiringi setiap perjuangan para santri.
 

 

"Santri sangat mampu bersaing dalam segala hal, termasuk di pancak silat. Ini tak lain berkat doa guru dan kiai," pungkasnya.


Editor:

Madura Terbaru